MataKita.co, Barru — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan serta pemanfaatan teknologi sederhana di Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga melalui Pemilahan dan Teknologi Pengolahan” tersebut digelar Selasa (11/8/2026) dan diikuti sekitar 30 warga.
Edukasi ini dilatarbelakangi kondisi pengelolaan sampah di Kelurahan Lompo Riaja yang belum didukung keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang dapat dimulai dari tingkat rumah tangga.
Mahasiswa KKN-T Unhas, Muh Rifki dan Dhiska Dwi Hermalia Hasan, memperkenalkan pemilahan sampah berdasarkan jenis dan karakteristiknya. Sampah organik, anorganik, sampah yang masih dapat didaur ulang, serta residu dan limbah B3 rumah tangga dijelaskan membutuhkan penanganan berbeda.
Warga juga diperkenalkan dengan prinsip 4R, yakni reduce, reuse, recycle, dan replace, sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus memaksimalkan pemanfaatan barang yang masih dapat digunakan.
Selain pemilahan, mahasiswa memperkenalkan Kompos Takakura dan Rocket Stove sebagai alternatif teknologi pengolahan sampah sesuai dengan karakteristiknya.
Kompos Takakura digunakan untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Sementara itu, Rocket Stove diperkenalkan sebagai teknologi pembakaran yang lebih terarah untuk residu tertentu.
Mahasiswa menekankan bahwa tidak semua jenis sampah dapat dibakar. Karena itu, pemilahan menjadi tahapan penting sebelum menentukan metode pengolahan yang sesuai.
Dalam kegiatan tersebut, warga juga mengikuti demonstrasi pembuatan Kompos Takakura. Demonstrasi didukung A. Bahraeni, tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap bidang pertanian dan menjadi mitra mahasiswa dalam proses pembuatan kompos.
Bahraeni mengatakan siap menyediakan starter bagi warga yang ingin mencoba membuat kompos secara mandiri di rumah.
“Saya merasa sangat terharu karena baru kali ini diberikan kesempatan luar biasa untuk berbagi ilmu kepada masyarakat. Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah memberikan kesempatan ini. Saya juga siap menyediakan starter bagi masyarakat Lompo Riaja yang membutuhkan,” kata Bahraeni.
Lurah Lompo Riaja Fatahuddin menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi pengelolaan sampah dapat mendorong munculnya kebiasaan baru di tengah masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan Lompo Riaja yang lebih bersih, sehat, dan peduli lingkungan. Kami berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah,” ujar Fatahuddin.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Maruala, Sahriah, menilai materi yang diberikan mahasiswa sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.
“Saya merasa sangat bahagia karena adik-adik KKN benar-benar menjawab permasalahan yang ada di lingkungan kami. Kami diberikan edukasi mulai dari pemilahan sampai pengolahan sampah yang ada di Lompo Riaja, sehingga kami bisa memahami bagaimana sampah organik dan sampah lainnya dapat dikelola dengan lebih baik,” kata Sahriah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas juga menghasilkan produk tepat guna berupa Kompos Takakura dan Rocket Stove yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Mahasiswa berharap pengenalan teknologi tersebut dapat mendorong masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan








































