MataKita.co, Pinrang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penataan, pengelolaan, dan inventarisasi koleksi Taman Baca Masyarakat (TBM) Kelurahan Macorawalie, Kabupaten Pinrang.
Program yang dilaksanakan di TK Islam Plus e-School, Selasa (21/7/2026), tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan fungsi TBM sebagai ruang literasi yang nyaman dan ramah bagi anak-anak.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama dalam memperluas akses anak terhadap bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan membaca.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T Unhas menginventarisasi dan mengelompokkan seluruh koleksi buku yang tersedia. Buku-buku tersebut kemudian ditata berdasarkan kategori tingkat membaca untuk memudahkan anak memilih bacaan.
Koleksi dibagi ke dalam sejumlah kategori, yakni Level A, B1, B2, B3, dan C; Level 1, Level 2, Level 3, dan Level 4; serta kategori buku tanpa level. Sistem tersebut diharapkan membuat koleksi TBM lebih terorganisasi sekaligus membantu anak menemukan buku yang sesuai dengan kemampuan membaca mereka.
Selain menata koleksi, mahasiswa melakukan pengecatan serta menghias kembali dinding dan rak buku. Penataan tersebut dilakukan untuk menghadirkan suasana baru yang lebih nyaman dan menarik sehingga dapat meningkatkan minat anak berkunjung dan membaca di TBM.
Mahasiswa KKN-T Unhas juga memberikan edukasi kepada anak-anak dan pengelola TBM mengenai kesesuaian usia pembaca dengan jenis dan level buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang tersedia. Edukasi ini diharapkan membantu pengelola dalam mengarahkan anak memilih bahan bacaan secara lebih tepat.
Penanggung jawab program, Moch Abyan Hizrian, mengatakan penataan berbasis level dilakukan agar anak-anak lebih mudah menentukan buku yang sesuai dengan kemampuan membaca mereka.
“Kami ingin anak-anak tidak bingung lagi memilih buku. Dengan sistem level yang jelas dan terarah, mereka bisa langsung menemukan bacaan yang sesuai tanpa harus mencari satu per satu,” ujar Abyan.
Menurut dia, pembenahan ruang dan pengelompokan koleksi juga diarahkan untuk menjadikan TBM sebagai ruang literasi yang lebih inklusif, menarik, nyaman, dan mudah diakses anak-anak.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas berharap TBM Kelurahan Macorawalie dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan sebagai ruang belajar sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya membaca, khususnya bagi anak-anak di sekitar TK Islam Plus e-School.








































