MataKita.co, Gorontalo – Keluarga besar Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menyampaikan takziah atas berpulangnya Happy Anastasia Usman, M.Pd., dosen Program Studi Sastra Inggris UMGO, yang meninggal dunia pada usia 46 tahun. Almarhumah merupakan salah satu dosen senior UMGO yang telah mengabdikan diri sejak 2009, sejak masa awal perjalanan dan perintisan kampus.
Takziah dilaksanakan di rumah duka, Liluwo, Kota Gorontalo, Rabu (12/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, UMGO juga menyerahkan tali asih atau dana duka kepada keluarga almarhumah sebagai bentuk kepedulian dan ungkapan belasungkawa dari keluarga besar universitas.
Sambutan Rektor UMGO disampaikan oleh Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya. Ia mengenang almarhumah sebagai sosok dosen yang baik, berdedikasi, serta memiliki kualitas keilmuan yang kuat.
“Beliau adalah dosen yang baik. Kualitas keilmuannya luar biasa. Mari kita mengambil teladan dari semangat beliau dalam mengajar dan menjalankan pengabdian sebagai seorang dosen,” ungkapnya.
Salahudin juga mengenang kiprah almarhumah ketika dipercaya menjabat sebagai Ketua Program Studi pada 2018. Selain dikenal dalam bidang akademik, Happy juga memiliki kemampuan lain yang membuatnya dikenang oleh sivitas akademika, salah satunya ketika memandu paduan suara di lingkungan kampus.
Dedikasi Happy sebagai seorang pendidik semakin terasa dari semangatnya untuk tetap mengajar meski kondisi kesehatan sedang tidak memungkinkan untuk beraktivitas seperti biasa. Bahkan sepekan sebelum berpulang, tepatnya Rabu (5/8/2026), almarhumah masih melaksanakan kegiatan perkuliahan melalui Zoom. Dalam pertemuan daring tersebut, ia tampak seperti biasanya dan tetap menjalankan tugasnya sebagai dosen. Tidak ada yang menyangka bahwa aktivitas mengajar tersebut akan menjadi salah satu momen terakhirnya dalam mengabdikan diri dan mencerdaskan anak bangsa.
Semangat yang terus terpancar, dalam kondisi menahan sakit, almarhumah tetap berusaha hadir dalam apel awal bulan UMGO pada 3 Agustus 2026. Ia datang dengan didampingi ibunda tercinta. Kehadiran tersebut kemudian menjadi apel terakhirnya bersama keluarga besar UMGO.
“Semangat beliau dalam mengajar harus menjadi teladan bagi kita semua. Dalam keadaan sakit pun beliau masih berusaha memberikan yang terbaik untuk mahasiswa. Mari kita mengambil pelajaran dari semangat dan pengabdian beliau,” lanjut Salahudin.
Tausiah dalam kegiatan takziah disampaikan oleh Dr. Arfan Tilome, Direktur Pascasarjana UMGO. Ia mengajak keluarga besar yang hadir untuk mengambil hikmah dari kepergian almarhumah serta menjadikan kehidupan dan pengabdiannya sebagai pengingat untuk terus berbuat baik selama
diberikan kesempatan.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar UMGO untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kepergian Happy Anastasia Usman turut meninggalkan duka mendalam bagi mahasiswa dan alumni yang pernah mengikuti perkuliahan maupun mendapatkan bimbingan darinya. Banyak mahasiswa mengenang almarhumah bukan hanya sebagai dosen, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan nasihat, perhatian, dan dorongan selama proses pendidikan.
Suasana haru terasa ketika UMGO menyerahkan tali asih atau dana duka kepada ibunda almarhumah. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Biro Umum dan Keuangan UMGO, Ramlah Alkatiri, M.Si.
Momen tersebut berlangsung emosional. Ramlah yang tidak mampu menyembunyikan rasa kehilangan tampak menangis ketika menyerahkan tali asih kepada ibunda almarhumah. Keduanya kemudian berpelukan dalam suasana duka yang mengharukan.
Bagi Ramlah, kepergian Happy bukan sekadar kehilangan seorang rekan kerja. Keduanya telah menjadi sahabat sejak masa awal perjalanan UMGO, ketika kampus masih berada dalam masa perintisan.
Keluarga besar UMGO menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah. Semoga segala amal ibadah, ilmu, dan pengabdiannya diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Selamat jalan, Ibu Happy Anastasia Usman. Terima kasih atas ilmu, pengabdian, dan semangat yang telah diberikan. Dedikasi untuk terus mengajar hingga akhir akan menjadi teladan bagi keluarga besar UMGO.








































