Home HISTORIA Taman Prasejarah Sumpang Bita

Taman Prasejarah Sumpang Bita

7476
304
Salah satu lukisan purbakala di Sumpang Bita

Oleh : Dra. Irwani Rasyid., M.M

Taman Prasejarah Sumpang Bita secara administratif berada di Kampung Sumpang Bita, Kelurahan Balocci Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Taman Prasejarah ini termasuk dalam areal Taman Nasional Bantimurung- Bulusaraung (TN – BABUL). Di Kompleks Taman Prasejarah Sumpang bita terdapat 2 gua (leang) prasejarah yaitu Gua Sumpang Bita dan Gua Bulu Sumi, dengan luas kawasan sekitar 2 ha, yang terbagi atas tanah datar dan gunung kapur. Kedua gua tersebut berada di bagian gugusan bukit Bulu Bita. Saat ini Taman Prasejarah Sumpang Bita telah dimasukkan ke dalam daftar inventarisasi Situs Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan dengan nomor inventaris 195.

GUA SUMPANG BITA

Gua Sumpang Bita merupakan gua terbesar di Kabupaten Pangkep bahkan di Sulawesi Selatan, serta memiliki kubah yang tinggi dan melandai kebelakang. Berada pada ketinggian sekitar 280 meter diatas permukaan laut. Aksebilitas menuju gua relatif mudah karena tersedianya tangga yang terbuat dari semen selebar 1 meter mulai dari dasar bukit hingga tiba dipintu gua. Gua ini termasuk kedalam gua kekar lembaran dan memiliki 3 ruangan. Permukaan lantai gua cenderung datar dengan lebar 15 meter.

Tinggalan arkeologis pada gua ini berupa lukisan dinding, artefak batu, cangkang molusca, fragmen gerabah serta fragmen tulang dan gigi. Lukisan dinding berbentuk cap tangan dalam berbagai ukuran, cap kaki anak-anak, gambar menyerupai babi rusa dalam berbagai ukuran serta sebuah gambar/lukisan menyerupai perahu. Lukisan – lukisan tersebut berwarna merah dan sebagian besar ditemukan pada dinding sisi kiri gua. Sementara temuan artefak batu ditemukan tersebar dipermukaan lantai gua. Adapun cangkang molusca yang ditemukan berasal dari kelas gastropoda dan pelecypoda tersebar dilantai hingga pelataran gua. Fragmen gerabah juga ditemukan tersebar di lantai dan pelataran gua sementara fragmen tulang dan gigi ditemukan dalam kondisi tersebar namun jumlah sangat sedikit.

GUA BULU SUMI

Terletak pada ketinggian 200 meter dari permukaan laut dengan mulut gua menghadap ke Barat Laut dengan ukuran lebar 8,82 meter, tinggi 4 meter dengan kedalaman gua 10,15 meter. Gua ini termasukgua tipe kekar lembaran dengan bentuk horizontal, permukaan lantai gua relatif datar dibagian depan dengan struktur tanah yang halus.

Tinggalan arkeologis yang ditemukan berupa lukisan dinding, artefak batu, fragmen gerabah dan cangkang moluska. Keseluruhan lukisan yang ada berwarna merah dibuat dengan teknik cetak semprot. Artefak batu, fragmen gerabah dan cangkang moluska ditemukan tersebar dari dalam lantai gua utamanya pada mulut gua hingga pelataran gua.

UPAYA PELESTARIAN

Dalam rangka pelestarian Gua Sumpang Bita dan Gua Bulu Sumi Balai Pelestaran Cagar Budaya Sulawesi Selatan pada tahun 1982 waktu itu masih bernama Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulselra telah melakukan Pendataan situs di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Dari hasil pendataan terungkap temuan arkeologis berupa lukisan dinding gua, cangkang moluska, fragmen gerabah polos dan berhias serta fragmen tulang dan gigi manusia.

Hasil pendataan ini ditindak lanjuti dengan kegiatan ekskavasi penyelamatan pada tahun 1984, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Jurusan Arkeogi Universitas Hasanuddin. Kegiatan lainnya berupa studi konservasi pada tahun 1985 dan dilanjutkan pada tahun 1986. Situs ini telah menarik minat beberapa mahasiswa jurusan Arkeologi Unhas sebagi obyek penelitian untuk penulisan skripsi.

Guna memberikan kenyamanan bagi para pengunjung maka lokasi ini telah ditata sedemikian rupa dengan penataan lingkungan dan taman serta telah disediakan beberapa fasilitas umum berupa ruang informasi, toilet serta tangga dari semen yang memudahkan pengunjung untuk mencapai kedua gua tersebut.

Sumber : http://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here