Home Berdikari Angsana Art Sulap Limbah Jadi Usaha beromzet Jutaan

Angsana Art Sulap Limbah Jadi Usaha beromzet Jutaan

72
0
SHARE

MataKita.co, Makassar – Angsara Art adalah brand usaha milik Abdul Azis, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Memulai usaha dari limbah akrilik di sulap menjadi bisnis plakat. Dia yakin peluang usaha ini mampu menghasilkan uang cukup lumayan. Mengingat plakat adalah benda yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kenang-kenangan, penghargaan, acara wisuda, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, permintaan pembuatan plakat tidak pernah ada surutnya.

Inilah yang dimanfaatkan oleh Abdul Azis, melihat banyaknya limbah akrilik yang ia temukan disekitar tempat tinggalnya. mahasiswa UNM Fakultas Teknik angkatan 2011 ini mengatakan, ia belajar sendiri membuat plakat dari limbah yang banyak ia temukan di kampungnya.

Dengan bermodalkan alat sederhana yang ia miliki, Abdul Azis memulai membuat plakat pada 2012 lalu.

Dul sapaan akrabnya mengatakan, setelah membuat plakat dan laku dijual, dia putar kembali uangnya untuk membuat plakat yang lebih banyak.

Tahun 2016 barulah Mahasiswa kelahiran Soppeng 2 Desember 1992 ini memberikan nama brand pada plakat yang ia produksi. Angsana Art jadi pilihan.

“Saya memakai nama itu karna pohon angsana adalah pohon yang berkualitas tinggi. Diharapakan produk Angsana Art juga menghasilkan produk yang berkualitas,” ucapnya, Senin (18/12/2017).

Terdapat dua warna dalam logo daun Angsana Art. Hijau tua dan pada bagian bawahnya terlihat hijau muda. “Merintis dari bawah ke atas adalah filosofi dari lambang Angsana Art,” ungkap mahasiswa UNM itu.

Dalam melakukan promosi usahanya Abdul Azis memanfaatkan media sosial yaitu Instagram dan Facebook.

Mahasiswa yang membuka usahanya di Jl. Mannuruki II No.29 ini juga membuat gantungan kunci, vektor, pin, dan semua produk yang terbuat dari bahan akrilik.

Baca Juga  Ini Pentingnya Tidur Telanjang

Rata-rata penghasilannya Rp7 juta per bulan. Kalau lagi musim wisuda “biasanya omzet yang saya dapatkan bisa Rp15 juta” bebernya.

Dul mengaku bisnisnya banyak kendala. Salah satunya adalah dia memulai usahanya dari peralatan yang masih manual. (fajaronline.com)

 

Facebook Comments