Home Mimbar Ide Pemilu dan Kurikulum 2019

Pemilu dan Kurikulum 2019

0
Syamsul Bahri Majjaga
ADVERTISEMENT

Oleh : Syamsul Bahri Majjaga*

Memfasilitasi dan menumbuhkan harapan pada pelaksanaan pemilu 2019 di Kabupaten Bulukumba umumnya dan Bontotiro, Kajang, Herlang khususnya adalah portofolio dari sebuah proses tukar fikiran dan mengambil putusan bersama untuk dilaksanakan.

Dalam bahasa cita – cita dan harapan demokrasi, Saya menyadari, bahwa leawat kalimat afirmatif ini Politik dan Pemilu bukan saja menjadi tanggung jawab partai politik dan penyelenggara pemilu lainya, melainkan  menjadi tugas ethies dan tanggung jawab moril bagi setiap politisi.

ADVERTISEMENT

Artinya,Demokrasi, memalui proses pemilu, Kita sedang membeli masa depan dengan harga yang sekarang. Secara Falsafati.

Saya meyakini demokrasi adalah sebuah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan setiap dari warga masyarakat menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yakin bermanfaat bagi dirinya, bagi sesamanya, bagi alam semesta beserta segenap isi dan bentuk peradabanya.

Menykini hal tersebut sebagai sebuah kesimpulan yang dominasinya bukanlah sekedar pemaknaan dari prinsip dasar yang mesti dipedomani secara bersama, sebab dalam ruang operasional, saya melihat dan menemukan praktis pemaknaan tersebut begitu apik dalam padu kolaborasi bersama Undang -undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Yang dimana dalam pengertian istilah selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Bisa kita bayangkan asas, prinsip dan tujuan, jika kita menerimanya sebagai pemotong mata rantai kesenjangan dan ketimpangan social yang terbaik sekaligus meningkatkan kehormatan dan martabat social sebagai warga masyarakat bangsa.

Membayangkan demokrasi dengan menyemai kontur Kecamatan Bontotiro, Herlang, Kajang, yang sarat dengan kekayaan identitas budaya. Dimana, secara geografis, (jika mengacu pada data BPS 2016). Kecamatan Bontotiro yang memiliki luas areanya 78.34 KM, Kecamatan Herlang 68,79 KM, Serta kecamatan kajang 129.06 KM. dimana total luas area dari ketiga wilayah ini mencapai 276,19 KM. Jika mengacu dari data 2016, Total luas wilayah ini, terdapat kurang lebih 95.111 ribu jiwa yang sebaranya masing – masing 21,916 ribu jiwa untuk kecamatan Bontotiro, 24,560 jumlah penduduk untuk Kecamatan Herlang dan Kecamatan Kajang dengan total jumlam penduduknya 48,635 jiwa.

Melihat persentase luas wilayah dan jumlah populasi penduduk dari ketiga kecamatan ini. Jika kita menerima pemilu dalam sinyal yang sama sebagai upaya nyata untuk memobilisasi karakter membangun pola pikir, menjaga kearifan nilai tradisi, menonjolkan budaya keilmuan dan menembuhkan kreativitas bersama.

Maka, pemilu 2019 haruslah mendapatkan perhatian sangat serius , sebab ini akan melibatkan seluruh spectrum kepentingan individual kita diatas pengetahuan, keterampilan dan sikap kita sebagai satu entitas rumpung geografi budaya. Pemilu 2019. Secara umum, Kabupaten Bulukumba, Dan Bontotiro – Herlang – Kajang secara khusus, sejatinya dibangun dalam  stuktur tata nilai/ norma budaya, yang dimana  adaptasi cara pandang kita tidak lagi sebatas kolaborasi dalam wilayah politik pemilu, tapi, jauh lebih tinggi, secara sadar menyadari identitas dan kedudukan ke tiga kecamatan ini memiliki keterkaitan erat yang dapat dikatakan sebagai rumpun geografi budaya yang memiliki Identitas genius yang juga sama, sebagai satu kesatuan  wilayah dalam proses kebudayaaan.

Selaras dengan harapan tersebut, Membangun culture pemilu di wilayah Kecamatan Bontotiro – Herlang – Kajang, adalah tepat bila pembelajaran pada kurikulum pemilu 2014 sebagai inti dari anak tangga pembelajaran menuju kompetensi kewargaan kita dalam meng implementasikan nilai inti kurikulum pemilu 2019 dalam operasionalisasi kompetensi strategi genius.

Yakni Kompetensi sikap social yang teruji dalam membentuk gerak politik yang berprilaku pasang, berdaya fikir mandiri, berlaku ethies demokratis, serta bertanggung jawab  tata sosial dalam selebrasi politiknya.

Bayangkan, jika dalam perspektif Kurikulum pemilu 2019.  Bontotiro, Herlang, Kajang  menunjukkan pola-pola tingkah laku dengan ciri khas yang sama seperti yang dikatakan diatas.

Maka Proses politik dalam pemilu menjadi bermanfaat sebab akan terumuskan dalam indicator genius strategis seperti: “Lambusu‟nuji nukaraeng, gattannuji nu ada‟,  sa‟bara‟nuji nu guru,  pisonanuji nu  sanro”  . Atau bias  juga seperti misalnya “ Ako kalangnge – langngere, ako kaitte-itte, ako katappa-tappa, rikarambu lalang riasu timuang.

Bahasa “ Pasang “ yang memiliki akar nilai dan budaya yang telah bersemayam dalam alam fikiran masayarakat rumpun budaya konjo ini, menjadi rujukan yang memberikan kita arahan yang jelas bahwa tujuan berdemokrasi harus dicapai melalui penerapan prinsip kearifan nilai identitas kita yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Pada Argumentasi inilah, Saya sebagai pemuda yang memiliki tanggung jawab sejarah. Sebagai pemuda yang menadapatkan mandat sejarah. Sebagai pemuda bertanggung jawab atas kisah hari esok.  Menjemput pemilu dengan tangan terbuka, 2019 Saya merasa perlu menumbuhkan harapan dan terlibat menfasilitasi agar cita – cita dan impian reformasi bias terwujud memalui Pemilu dan Kurikulum 2019.

“Tidakkah allah akan mengangkat beberapa derajat orang ber iman dan ber ilmu ( QS 35:28).  Pada titik ini, Saya sebagai seorang warga bangsa, meskipun dilahirkan dari Rahim keluarga yang sederhana, tentulah ingin menjadi bagian dari penyebab Allah SWT mengangkat derajat kita sebagai satu kesatuan warga masyarakat.  Tidakkah segala sesuatu itu ada sebab- musababnya, dan tugas kita adalah mengikuti sebab – musabab tersebut ( likulli syaI- in sababa, fa – atba’as sababa ) .

*) Penulis adalah Juru Bicara NasDem Kabupaten Bulukumba / Bakal Calon Legislator DPRD Kabupaten Bulukumba.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT