Home Politik Kubu Prabowo Jelaskan Soal Isu Konsultan Rusia

Kubu Prabowo Jelaskan Soal Isu Konsultan Rusia

89
0

Matakita.co, Jakarta – Direktur Luar Negeri Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Irawan Ronodipuro membeberkan dugaan awal mula munculnya ide kubu Joko Widodo melontarkan isu konsultan Rusia. Irawan mengatakan, isu itu pertama muncul lantaran beredarnya video Prabowo berjabat tangan dengan seorang pejabat Kedutaan Besar Rusia sebelum pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, 14 Januari lalu.

Irawan mengatakan, BPN mengundang sejumlah pejabat tinggi dari kedutaan besar negara sahabat. Dia berujar ada 13 perwakilan yang hadir, di antaranya dari Kedubes Australia, Inggris, Belanda, Swedia, Singapura, Uni Eropa, Rusia, India, Jepang, Cina, Malaysia, dan Belanda. Menurut Irawan, Partai Gerindra memang menjalin hubungan dengan kedutaan besar negara-negara sahabat.

“Kami memiliki hubungan baik dengan negara itu. Hubungan diplomasi yang kami lakukan adalah hal biasa saja, yang juga dilakukan banyak partai politik, apalagi sekarang Pak Prabowo adalah calon presiden,” tutur Irawan melalui keterangan tertulis kepada Tempo, Selasa, 5 Februari 2019.

Irawan pun menyebut Jokowi mendapat informasi yang salah bahwa Prabowo menggunakan konsultan Rusia. Isu konsultan Rusia ini menguat setelah Presiden Jokowi melontarkan pernyataan soal propaganda Rusia dalam kunjungannya di Redaksi Jawa Pos, Surabaya, Sabtu, 2 Februari 2019.

Irawan mengklaim, pihaknya tak pernah menggunakan konsultan asing untuk memenangi pemilihan presiden 2019. Dia pun menyebut pernyataan Jokowi itu merupakan kebohongan.

“Isu ini jelas memprovokasi dan mengganggu suasana demokrasi yang diharapkan terus berlangsung damai hingga pemilu berakhir,” ucapnya.

Dia melanjutkan, anggota Badan Pemenangan Prabowo saat ini memang banyak yang berlatar belakang pendidikan di luar negeri. Namun dia mengklaim tak ada konsultan asing yang membantu pemenangan capres-cawapres penantang ini. “Jadi siapa yang memberikan masukan kepada presiden, itu salah besar. Jadi, kami sesalkan tuduhan tersebut,” ujar Irawan.

Facebook Comments