Home Literasi Sahabat Pulau “Imbangi” Era Digital Melalui Gerakan Literasi

Sahabat Pulau “Imbangi” Era Digital Melalui Gerakan Literasi

156
0
SHARE

MataKita.co, Gorontalo – Minat baca di Indonesia disebut masih rendah, yaitu menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara, dengannya Komunitas Sahabat Pulau yang beraktivitas sejak tahun 2017 pekan kemarin, berinisiatif lakukan literasi kampus.

“Keprihatinan terhadap minat baca yang rendah itulah yang melatarbelakangi kita melakukan kegiatan ‘literasi kampus’,” katanya saat mengatur buku bacaan persiapan pembukaan literasi, Suaib Bolota, Gorontalo Rabu (13/2/2019). Pukul 14.00 Wita.

Suaib Bolota yang menahkodai komunitas Sahabat Pulau Gorontalo, mangatakan, sahabat pulau selama bulan Februari membuka rekrutmen untuk mengunpulkan Volunter agar terlibat dikegiatan-kegiatan sosial .

“Persyaratannya mudah, pertama mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang Non Provit, sejujurnya kita di komunitas ini tidak menyediakan gaji bagi volunter tetapi agendanya kita ialah agenda sosial, sahabat pulau juga sejauh ini selalu bekerja sama dengan lapak baca Gorontalo, dimana pekan kemarin literasi yang di buat yakni di Universitas Gorontalo (UG) dan khsus hari ini di Universitas Ichsan Gorontalo (UIG)” Jelas Suaib.

Ia menambahkan bahwa, Sahabat pulau menjadi jembatan antara pembaca dengan yang punya buku, mengingat pembaca kadang kala masi ingin melanjutkan bacaannya sehingganya sahabat pulau menjadi satu penyambung dari pembaca ke yang punya buku, tuturnya.

” Sahabat Pulau Membuka akses sebebas-bebasnya bagi para pembaca, karena mengingat adanya keterbatasan pembaca melalui etika-etika serta aturan pada perpus kampus dan perpus daerah yang telah di tetapakan, sehingganya sahabat pulau membuka sebebas-bebasnya ekspresi bagi para pembac”.

” sejauh ini sahabat pulau tidak adanya dana hiba dari pihak Pemerintah setempat serta kita belum berkoordinasi dengan mereka jadi terhitung aktivitas ini bergerak secara mandiri” Jelasnya.

Harapan saya, dengan adanya literasi-literasi ini dapat menstimulun mahasiswa untuk bisa membuka diri untuk buku, karena kita ketahui bersama buku ialah jendela dunia dan mencoba untuk menjadi penanding dari era elektronik yang sudah mempengaruhi sampai pada tingkatan anak-anak terutama secara moral.

Baca Juga  Giliran Aktivis Pemerhati Publik Ingatkan Amran Sulaiman Tak Giring Hewan Ternak "Berpolitik"

Widodo salah seorang aktivis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) mengatakan, dengan adanya gerakan literasi tersebut dapat membuka cakrawala berfikir bagi mahasiswa khususnya mahasiswa hari ini yang terlena dengan jaman milenial yang serba gadget .

“Semoga literasi-literasi di gorontalo dapat lebih berkembang lagi, dan untuk para mahasiswa mulailah membaca tanpa ada unsur paksaan”. Tutupnya.

Facebook Comments