Home Lensa PBHI Desak Polda Sulsel Usut Tuntas “Penembakan Anak” di Makassar

PBHI Desak Polda Sulsel Usut Tuntas “Penembakan Anak” di Makassar

0
Rachmat Soekarno

MataKita.co, Makassar – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (PBHI Sulsel) mendesak Polda Sulsel mengusut tuntas peristiwa penembakan yang menewaskan anak berumur 16 tahun atas nama Sandi Saputra yang terjadi di Jl.Baji Minasa Kota Makassar pada Minggu 12 Mei 2019 yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar.

Rachmat Soekarno, Sekretaris Badan Pengurus PBHI Sulsel kepada MataKita.co (19/5/2019) mengatakan bahwa Polisi sebagai aparat negara yang dipersenjatai dengan segala kewenangan yang diberikan oleh negara harus tetap bertindak sesuai dengan protapnya. Jika peristiwa mematikan tersebut benar dilakukan oleh aparat kepolisian, maka itu jelas dan nyata adalah sebuah pelanggaran HAM.

“Bahwa dalam prosedur penindakan terduga pelaku kejahatan, penggunaan senjata api oleh aparat kepolisian hanya dapat dilakukan ketika pelaku berusaha melarikan diri atau melakukan perlawanan yang mengancam nyawa aparat, itupun didahului dengan melakukan tembakan peringatan ke udara kemudian melakukan tindakan melumpuhkan pelaku”Jelaa Rachmad

Rachmat menegaskan, Pada prinsipnya penggunaan senjata api merupakan upaya terakhir untuk menghentikan tindakan pelaku kejahatan. Perihal tindakan tersebut, telah secara jelas diatur dalam Perkapolri No. 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

“Bahwa tindakan penembakan brutal yang mengarahkan dan mengena sasaran kepala korban yang diduga dilakukan oleh anggota kepolisian tersebut sangat bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diatur dalam Perkapolri tersebut dan jelas tindakan tersebut adalah pelanggaran HAM” Jelasnya.

Facebook Comments