Home NASIONAL PP Pemuda Muhammadiyah Tangguhkan Penahanan Hasnan dan Khair di Mapolda Metro

PP Pemuda Muhammadiyah Tangguhkan Penahanan Hasnan dan Khair di Mapolda Metro

0
Sunanto (kanan)

MataKita.co, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto menjadi penjamin bagi penangguhan penahanan dua kader Muhammadiyah, Muhammad Said Hasnan dan Jamiatul Khair. Cak Nanto menjemput langsung keduanya di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Sabtu 02 Juni 2019.

Hasnan yang merupakan warga Yogyakarta adalah keponakan Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Jazir Asp. Ia ditangkap polisi setelah sebelumnya terlibat aksi 22 Mei di Jakarta.

Sementara Khair adalah warga Malang yang menurut penuturannya ditugaskan untuk menjaga aset Muhammadiyah selama aksi 21-22 Mei berlangsung. Ia aktif pada organisasi Tapak Suci Putra Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, kami, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, berharap penangguhan penahanan Hasnan dan Khair bisa menjadi pembelajaran yang berharga. Bahwa menyampaikan aspirasi boleh saja dilakukan, tapi tidak diperkenankan untuk berlaku anarkis,” tegas Cak Nanto.

Ketum yang menjemput ke Mapolda Metro Jaya bersama Sekretaris Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi PPPM Muhammad Fakhruddin, dalam kesempatan itu juga berkoordinasi dengan Kuasa Hukum Hasnan dan Khair yaitu Mirza Zulkarnaen.

Disampaikan Cak Nanto, penyampaian aspirasi adalah hak setiap atau seluruh warga negara tanpa kecuali. Semua orang bisa menyampaikannya apabila dirasa ada ketidakadilan. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Dalam hal sengketa Pemilihan Presiden 2019 misalnya, ia mendorong agar penyelesaiannya diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Jalannya bisa ditempuh dengan memperkuat bukti-bukti yang ada.

“Semua ada salurannya, karena ini negara demokrasi,” ucapnya.

Di atas itu semua, PPPM tergerak untuk mengajukan penangguhan penahanan bagi kader-kader Muhammadiyah agar mereka bisa berkumpul bersama keluarganya pada hari raya lebaran.

Sebelum tiba di Mapolda Metro, Cak Nanto juga melakukan hal serupa di Mapolda Sumatera Utara (Sumut). Cak Nanto bersama Pengurus Muhammadiyah setempat menangguhkan penahanan atas tersangka dugaan makar, Rafdinal dan Zulkarnain.

Sementara itu Dirkrimsus Polda Metro Kombes Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa pada prinsipnya demonstrasi diperbolehkan sesuai aturan. Terpenting, demonstrasi dilakukan dengan tidak melakukan kekerasan atau anarkis.

“Kalau demo terus anarkis siapa yang rugi? Kita semua yang rugi. Masyarakat rugi, yang demonstrasi rugi, polisi rugi, semuanya rugi. Hari ini, Pak Hasnan dan Khair ditangguhkan, semoga bisa menjadi pelajaran yang baik ke depan,” ucap Kombes Iwan.

“Kepada Cak Nanto dan Pak Mirza, tolong Pak Hasnan dan Pak Khair dibimbing. Penangguhan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai terulang dikemudian hari,” sambungnya.

Facebook Comments