Home Literasi Mengenal Sosok Pemimpin Berjiwa Kasatria dan Prestasinya Secara Real

Mengenal Sosok Pemimpin Berjiwa Kasatria dan Prestasinya Secara Real

0

Oleh : Risman Taharudin 

Pemimpin adalah seorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan yang harmonis sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Selain cerdas dan berinisiatif. Seorang pemimpin yang ideal tentunya perlu memiliki sifat bertanggung jawab, pemimpin yang tetap teguh dan selalu berijiwa besar menerima kritik dan selalu mengambil tanggung jawab atas semua keputusan yang ia ambil. Kewajiban sebagai pemimpin adalah mengayomi orang-orang yang mengikutinya, berbuat adil kepada semua yang dipimpinnya, serta mencegah permusuhan dimuka bumi ini.

Menjadi pemimpin bukan perkara yang mudah selain dibutuhkan kepemimpinan dalam islam, pemimpin juga harus kuat iman dan takwanya, sehingga menjadi teladan dan benar-benar bisa bekerja sebagai pelayan rakyat, bukan penikmat kekayaan rakyat.

Selalu membangun semangat. Seorang pemimpin harus bisa menjadi motor penggerak, Ia harus bisa merasakan kesusahan masyarakat, ia harus mampu membaur sebagaimana halnya orang biasa. Menjadi pemimpin bukan berarti dirinya berubah menjadi sosok eksklusif yang menciptakan sekat penghalang antara dirinya dengan temannya serta rakyatnya.

Bupati Prof Nelson Pomalingo, memang sejak dulu dikenal sebagai sosok pemimpin yang merakyat, selalu berfikir positif untuk siapa saja, termasuk yang pernah menyakitinya sekalipun, banginya orang lain memiliki kesamaan sikap untuk selalu berbuat baik, menjadi contoh bagaimana seorang pemimpin yang amanah, bukan pemimpin yang hanya mementingkan  egonya dan ego segelintir orang.

Dengan karakter itu terkadang orang lain merasa heran dengannya, sikap yang adem dan selalu memaafkan kesalahan orang lain itu, selalu terpatri dalam diri sang Deklarator Provinsi Gorontalo itu, tak hanya memaafkan, pemimpin ini walaupun di dzalimi, dikecewakan bahkan di fitnah sekalipun, anehnya ia tak pernah menaru dendam sama sekali, bahkan dirinya selalu berpesan, “kita harus selalu memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berbuat baik, memaafkan orang lain ialah satu bentuk bahwa kita, orang yang selalu menjalankan sifat-sifat Allah yakni selalu memaafkan adalah satu bentuk menjalani kehidupan yang labih baik”.

Ungkapan itu kerap menjadi motivasi bagi siapa saja yang berkedudukan sebagai manusia dimuka bumi ini, jiwa Kasatria yang ia miliki tak hanya ketika ia bersandang gelar sebagai bupati, sejak menjadi Rektorpun jiwa kasatria tesebut sudah tumbuh dalam diri seorang deklarator ini.

Tak hanya pemaaf, pemimpin ini memiliki pula sikap merakyat yang selalu membuka diri untuk siapa saja yang ingin menemuinya, mulai dari pejabat hingga rakyat sekalipun selalu ia layani dengan sangat baik.

Dengan sikap tersebut membuat penulis merasa kagum akan jiwa kepemimpinan “Leadership” yang ia miliki, terkadang saat waktu telah menunjukan untuk dirinya beristirahat, namun karena sebuah tanggung jawab yang ia emban, ia akan tetap melayani rakyatnya, ketika saat itupula ada rakyat yang datang kepadanya, Prof Nelson langsung merespon dan menerimanya dengan baik, secara aturan waktu, memang sudah sepantasnya ia harus melangsungkan istirahat, namun ia selalu sadar bahwa jabatan yang diembannya ialah satu pertanggung jawaban kepada sang Khaliq, (Yang Menciptakan, Yang Mengadakan) kelak.

Dengan hal itu penulis yakini, hal tersebut juga sebagai pembentukan karakter buat rakyatnya ketika kelak menjadi pemimpin, dengan hal itu secara perlahan karakter serupa akan menjalar ke masyarakat lainnya termasuk para pemuda, sebagai bentuk keteladanan selayaknya secara “Top Down” sebagai spirit untuk melahirkan Kebijakan secara “Bottom up”, sehingganya para ASN di Kab.Gorontalo juga dapat meningkatkan pelayanannya secara cepat, tepat dan gesit dalam bekerja untuk masyarakat.

Tak hanya itu, sosok pemimpin ini kerap berbeda dengan karakter pemimpin-pemimpin yang sempat penulis temui,
Nelson Pomalingo, sebisa mungkin menentukan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi orang banyak, terutama warga Kabupaten Gorontalo, Ia mempertimbangkan keputusan yang ia ambil, apakah membawa kebaikan atau tidak. “Karena tugas pemerintah itu hanya dua, yakni membawa perubahan dan mempercepat kemajuan. Jika belum baik, maka kita ubah jadi baik, jika sudah baik, maka kita percepat kemajuan itu.” Sebagai pemimpin, beliau menyadari bahwa tugasnya adalah membawa perubahan dan mempercepat kemajuan.

Satu ketika saat itu ia tertangkap kamera sedang bersitirahat (membaringkan dirinya) di kursi ruang keberangkatan Air Port Soekarno Hatta menunggu keberangkatan menuju Gorontalo. Saking semangatnya untuk memperjuangkan rakyat, tanpa beban dan tanpa gengsi ia membaringkan diri di Airport tersebut. Tentunya ini menjadi salah satu kebanggan kita semua, memiliki Pemimpin yang rela kedinginan hanya untuk memperjuangkan aspirasi rakyatnya hingga kemajuan suatu daerah.

Hal itu telah membawa hasil serta prestasi secara nyanta menggembirakan, indikatornya, nuansa pelayanan disetiap OPD, Kecamatan Hingga desa benar-benar sangat terasa, contoh paling kongkrit misalnya, dapat menurunkan Angka kemiskinan, Sejak menjabat 2016 di awal pemerintahannya hingga  2019, Nelson  telah meresmikan 4700 unit mahyani. Namun menurutnya, jumlah tersebut masih kurang, sehingga 2019, program pembangunan mahyani terus digulirkan.

Tahun 2019, untuk sementara sesuai data, ada 2435 unit yang akan dibangun, tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah mencapai 3000 unit rumah, diakhir masa jabatannya, ada 10 ribu mahyani ditargetkan yang akan dibangun untuk warga miskin di Kabupaten Gorontalo.

selain angka kemiskinan yang menurun, terjadi juga penurunan angka pengangguran di Kabupaten Gorontalo dari 3,4 persen menjadi 3,2persen.
Naiknya anggaran dalam APBD Kabupaten Gorontalo, dari sebelumnya Rp. 1,4 Triliun menjadi hampir Rp. 1,5 Triliun. Pertumbuhan Ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat meningkat.

Sungguh Fenomena ini menjadi sisi yang menarik dan patut diapresiasi, dipertahankan dan di tingkatkan dimasa-masa yang akan datang.

*) Penulis salah satu penggiat Literasi Gorontalo.

Facebook Comments