Home Literasi Pelangi di Indonesia

Pelangi di Indonesia

0

Oleh : Fika Magfira Polamolo

Di tengah pergulatan ideologi yang semakin memuncak, insyaf dan sadar bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang diPimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia merupakan ideologi negara dan falsafah bangsa.

Suatu keharusan bagi rakyatnya untuk mengejawantahkan nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan masyarakat dunia.

Indonesia yang memiliki kurang lebih 17.000 pulau dan kurang lebih 600 suku serta 6 agama menandakan bahwa Indonesia adalah negara plural dan multikultural. Sebagai negara yang kaya akan adat istiadat, budaya, bahasa dan beragam suku yang unik, maka perlu dipelihara agar senantiasa menjadi identitas bangsa dan semangat nasionalisme dalam jiwa masyarakat Indonesia.

Seiring berkembangnya zaman, Indonesia yang menganut sistem demokrasi diibaratkan sebuah wadah terbuka yang menerima berbagai macam budaya dan gaya hidup. Teknologi dan informasi menjadi jalur utama masuknya budaya asing di Indonesia. Entah itu budaya Barat atau Timur, yang pasti adalah masyarakat Indonesia yang menggunakan media tersebut dengan kurang cerdas, akan berbuntut pada lunturnya cinta terhadap identitas bangsa dan semangat nasionalisme.

Secara langsung jika ditanya apakah kita cinta tanah air atau tidak, pasti kita akan menjawab bahwa kita cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun secara tidak langsung, konsumsi budaya asing yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan masyarakat overdosis tidak mengenal budaya bangsa sendiri, menganggap bahwa, budaya asli Indonesia adalah ndeso dan budaya asing adalah modern, trendy dan gaul.

Pemahaman ini juga tertanam dari pemahaman dangkal yang dipelajari di media sosial dan pergaulan zaman now yang kurang mendidik. Hal yang perlu diwaspadai adalah dibentuknya perang pemahaman antar individu yang dapat mengancam keutuhan dan kesatuan negara Indonesia. Berawal dari pemahaman, bisa berbuntut pada tragedi disintegrasi bangsa. Bahkan yang paling akut adalah saat masyarakat sudah tidak peduli dengan negaranya karena terlalu sibuk mengurusi kepentingan pribadi.

Krisis multidimensional ini penting untuk diperhatikan segenap masyarakat Indonesia. Perlunya pengenalan dan mencintai beragam budaya Indonesia sebagai identitas bangsa yang unik, tentu menjadi tugas semua pihak yang menjadi bagian dari negara ini.

Beruntunglah Pancasila telah menjadi dasar Negara yang kokoh, sehingga masih bisa meminimalisir problematika yang mungkin saat ini masih bisa dikendalikan. Namun seiring waktu berjalan, bibit pemahaman dangkal yang tadinya ditabur akan tumbuh subur dan berkembang bahkan merajalela di negara Indonesia.

Untuk mencegah bencana itu terjadi, sebagai masyarakat yang cerdas kita harus lebih canggih dari teknologi dan informasi, menggunakan media yang ada untuk meng-eksplore budaya Indonesia yang kaya dan berharga. Sehingga kita mampu memperkenalkan budaya kita diseluruh pelosok dunia.

Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri apabila Indonesia dikenal dunia dengan ciri khas, budaya dan adat istiadatnya yang unik dan beragam. Bahkan bisa jadi fenomena hari ini menjadi berbalik, dimana budaya Indonesia bisa berpengaruh besar diberbagai negara untuk menyokong pertumbuhan ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan.

Sebagai warga negara yang mencintai bangsa, jaga dan hidupkan warna-warni budaya Indonesia, sebagaimana pelangi memperindah langit biru dan dipuja oleh setiap yang menatapnya.

 

*) Penulis adalah Penggiat Literasi Gorontalo

Facebook Comments