Home Politik IDP : Saya Tidak Ingin Mendengar Tangis Kelaparan dari Bilik Rumah Warga

IDP : Saya Tidak Ingin Mendengar Tangis Kelaparan dari Bilik Rumah Warga

0
Indah Putri Indriani

MataKita.co, Luwu Utara – “Saya tidak ingin mendengar ada tangisan dari bilik-bilik rumah warga Luwu Utara yang kelaparan.” Demikian ditegaskan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Luwu Utara, Selasa (16/7/2019).

Orang nomor satu di Luwu Utara itu menekankan bahwa persoalan ketersediaan pangan merupakan tanggungjawab semua pihak, bukan hanya Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) maupun Dinas Ketahanan Pangan.

“Apalagi jika warga kelaparan karena kebijakan yang kita ambil, sekali lagi ini tanggungjawab bersama,” kata IDP pada Rakor yang berlangsung di Command Centre tersebut.

Terkait kehadiran Dewan Ketahanan Pangan, Indah menyebutkan ada 5 PR yang menjadi tanggungjawab bersama stakeholder terkait. “Yakni membangun kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan, stop impor pangan (kedelai, cabe merah, bawang merah), mengidentifikasi lahan yang cocok, kegiatan reforma agraria, penanggulangan kemiskinan dan regenerasi petani,” sebut Indah.

Merespon hal tersebut, Bahtiar Manadjeng mewakili Dewan Ketahanan Pangan, menyebutkan bukan hal mudah untuk melakukan tugas-tugas ke depan karena terkait hajat hidup masyarakat Luwu Utara.

“Sebab 85% masyarakat adalah petani. Luwu Utara memang sudah sukses mencapai apa-apa yang menjadi tujuan seperti surplus beras dan sebagainya, namun DKP dibentuk tentu ada loncatan yang ingin dicapai. Kita akan buat “Road Map” pertanian secara makro dan berharap ke depan kita menarik investor untuk masuk,” kata Bahtiar.

Selain itu, akan didorong pula penguatan peran PERUMDA dalam mengatasi problem tata niaga pangan di Luwu Utara.

“Juga mendorong Pemda untuk memfasilitasi pengembangan budidaya dan pasca panen komoditi pangan lokal disertai pendampingan dan stimulan kepada petani (khususnya komoditi sagu, uwi, dan beras merah),” terang Bahtiar yang juga Sales Manager di PT. Syngenta Regional Sulawesi dan Kalimantan ini.

Turut hadir mendampingi Bupati pada rakor tersebut, Penjabat Sekda Tafsil Saleh, Asisten II Buramin Dannu, Kadis TPHP Armiady Rasyid, Kadis Ketahanan Pangan Alauddin Sukri, Kepala BPKAD Baharuddin Nurdin, dan Kadis Perikanan Muharwan. (*)

Facebook Comments