Home Literasi Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Bedah Buku Ajaran Tomanurung Puang Palipada

Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Bedah Buku Ajaran Tomanurung Puang Palipada

0
Sambutan kepala Dinas Perpustakaan kota Makassar, Andi Siswanta pada bedah buku angkatan ke 3 yang berjudul "implementasi ajaran Tomanurung Puang Palipada dalam perspektif budaya lokal Bugis Makassar". Kegiatan ini diadakan di Hotel Golden Tulip Essensitial, Jl. Sultan Hasanuddin no.43 Makassar. (19/11/2019)

MataKita.co, Makassar – Dinas Perpustakaan Kota Makassar mengadakan bedah buku angkatan ke 3 yang berjudul “implementasi ajaran Tomanurung Puang Palipada dalam perspektif budaya lokal Bugis Makassar”. Kegiatan ini diadakan di Hotel Golden Tulip Essensitial, Jl. Sultan Hasanuddin no.43 Makassar. (19/11/2019)

Bedah buku ini menghadirkan narasumber yakni penulis buku, Dr. Andi Ibrahim dan akan dibedah oleh Prof. Halilintar Latif. Kegiatan ini dipandu oleh Tulus Wulan Juni. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan SKPD, pustakawan, penerbit, mahasiswa, penggiat literasi se kota Makassar.

Kepala Dinas Perpustakaan kota Makassar, Andi Siswanta dalam sambutannya mengatakan bahwa bedah buku ini kita harapkan dapat memupuk budaya ilmiah dan menanamkan nilai kritis bagi setiap peserta yang hadir. Apa lagi dengan bedah buku ini, kita bisa bertemu langsung dengan penulisnya.

“Kami ucapkan terimah kasih kepada seluruh peserta serta penulis dan pembedah yang menyempatkan hadir pada kegiatan ini. Kami berharap bisa terus bersinergi untuk pengembangan perpustakaan di kota Makassar” Jelasnya.

Penulis buku, Andi Ibrahim dalam pemaparannya mengatakan bahwa saya menulis buku ini karena terinspirasi kondisi saat ini yang mulai melupakan sejarah dan kearifan lokal masa lalu. Dengan buku ini diharapkan agar dapat menumbuhkan kembali pernak pernik sejarah yang masih relevan dengan kondisi saat ini. selain itu, dengan buku ini kita ingin memperkenalkan Tomanurung Puang Padada serta ajaran – ajarannya

“Adapun ajaran tomanurung berisi pantangan dan pamali. Adapun pantangannya yakni jangan mencuri, jangan dendam, larangan iri hati, jangan Hasad, jangan mengatakan tidak ada kalau orang meminta milikmu sedang orang yang meminta itu pantas diberi dan jangan engkau mengatakan ada kalau barang itu tidak ada pada dirimu. adapun pamali meliputi jangan mengucapkan kata yang tidak wajar, jangan ingkar janji, jangan niatkan dalam hati untuk menginginkan orang lain mendapatkan kesulitan dan jangan berbuat tidak sopan pada orang tua, keluarga dan orang lain”Jelas wakil dekan 1 Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin ini.

Sementara itu, Prof Halilintar sebagai pembedah mengatakan bahwa buku ini bisa menjadi pondasi penulisan tentang konsep Tomanurung.

“Adapun pantangan dan pamali ini sejalan dengan ajaran agama. serta nilai kearifan lokal yang ada di Bugis – Makassar. Dengan buku ini, bisa lahir banyak buku – buku berikutnya” Jelas Pakar Antropolog ini.

Facebook Comments