Home Edukasi Didepan Alumni dan Akademisi UNM, Deng Ical Paparkan Strateginya Dalam Memimpin Kota...

Didepan Alumni dan Akademisi UNM, Deng Ical Paparkan Strateginya Dalam Memimpin Kota Makassar

0
ADVERTISEMENT

Matakita.co, Makassar – Ratusan Alumni Pascasarjana UNM Hadir dalam Seminar Nasional dan Temu Alumni yang diadakan oleh oleh pihak kampus di Ballroom Lt2 menara Phinisi Makassar dengan tema “Peran Alumni dalam Kepemimpinan”, Kamis, 06/02.

Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut ialah, Mantan Wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin atau yang biasa disapa pak IAS, dalam sambutannya beliau mengharapkan para alumni untuk memperkuat eksistensi.

“Acara ini merupakan salah satu langkah untuk memperkuat eksistensi selaku Alumni kedepannya untuk menjadi Pemimpin di masa akan datang. Salah satunya adalah menjelang Pilkada di Kota Makassar dan beberapa daerah lainnya kita sebagai Alumni akan selalu mengambil peran besar” Ucap IAS yang selaku Ketua Panitia Reuni Alumni Pascasarjana UNM.

ADVERTISEMENT

Hadir juga Prof. Dr. Samsu Abdulgani, dalam sambutannya mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas inisiatif alumni dalam agenda besar selaku keluarga besar Almamater Pascasarjana UNM.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk kita kembali merajut kebersamaan kita. Karena hari ini yang hadir semuanya Alumni Pimpinanmi sekarang, ada yang sudah jadi Rektor. InsyAllah kedepannya akan ada lagi Alumni UNM yang akan jadi Pemimpin Kota Makassar. Jadi janganmi khawatir kalau sesama Alumni pastimi itu. Ucap Prof Samsu yang saat ini menjabat selaku Direktur Pascasarjana UNM.”

Deng Ical selaku narasumber dalam Seminar Nasional dan temu alumni kemudian memaparkan strategi dalam membangun kota Makassar dihadapan para akademisi dan alumni pascasarjana.

Dari sisi infrastruktur yang harus dibenahi adalah konektivitas drainase, Hal ini mengingat salah satu problem besar Makassar adalah banjir.

Menurutnya, pembangunan bukan lagi hanya menganalisis dampak lingkungan tapi sudah harus sampai pada analisis dampak sosial yang ditimbulkan, misalnya dalam pembangunan gedung berapa banyak yang harus kehilangan mata pencaharian akibat penimbunan laut, “ini semua harus dihitung, sehingga tidak ada orang yang dikorbankan dari sebuah kebijakan” ungkap Deng Ical selaku alumni program doktor admninistrasi publik UNM.

Strategi berikutnya yang dipaparkan Deng Ical ialah distribusi kewenangan, kewenangan dengan cakupan lebih kecil sebaiknya dilimpahkan ke kecamatan, sedangkan soal penelitian dan kajian diserahkan kepada akademisi. “Serahkan ke ahlinya, serahkan ke orang-orang kampus, tinggal dikomunikasikan pemerintah kota butuh hasil penelitian terkait ini” paparnya.

Starategi selanjutnya ialah afirmasi, menurut Deng Ical tidak boleh orang miskin dibiarkan bersaing dengan orang kaya dalam berusaha dengan berangkat dari titik yang sama, begitupun dengan anak yang kurang pintar dibiarkan bersaing dengan anak pintar dari titik yang sama pula.

“Itulah kebijakan afirmasi, kebijakan affirmasi ini penting untuk menciptakan keadilan, usaha kecil tidak boleh dibiarkan bersaing dengan usaha besar, karena sudah dipastikan kalah. Karena pemerintah harus hadir untuk mengintervensi” tegasnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT