Home Kesehatan Enrekang Lawan Covid-19 : Sudah Sampai Dimana ?

Enrekang Lawan Covid-19 : Sudah Sampai Dimana ?

0

Oleh : Muhammad Hidayat*

Bersatu lawan covid-19 sudah menggema diseluruh lapisan negeri, banyak aksi-aksi pencegahan yang dilakukan dipintu-pintu masuk setiap daerah, pemerintah dan masyarakat telah menggalakkan “Social Distancing yaitu masyarakat diminta untuk membatasi diri menjalin kontak fisik secara langsung dengan orang lain, menghindari kerumunan, menjaga jarak dengan orang lain 1-2 meter, dan bekerja, belajar, dan beribadah dirumah (stay home). Hal ini dilakukan guna meminimalisir yang bisa memungkinkan virus menular dari satu orang ke orang lainnya, namun “Kengerian” virus ini tetap saja mampu menembus beberapa wilayah, alhasil Sulawesi Selatan-pun salah satu daerah yang disusupi virus corona tersebut.

Dikutip di detiknews.com, “Berdasarkan data dari sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Sulawesi Selatan, Kamis (19/3) pukul 13.00 Wita, jumlah pasien yang sudah diperiksa adalah 17 orang. Dari jumlah tersebut, 6 orang dinyatakan negatif dan 11 orang lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” tulis Dinas Kesehatan Sulsel dalam keterangan resminya, Kamis (19/3).

Kebijakan penanganan Covid-19 dilakukan dengan Pencegahan dan Pengobatan, Pencegahan dilakukan guna meminimalisir penyebaran virus tersebut dengan melakukan kegiatan seperti Social Distancing, Penyemprotan disinfektan dll, kemudian  untuk penyembuhan dilakukan oleh tenaga medis terhadap pasien yang dalam status ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), hingga Positif.

Pemprov Sulawesi Selatan sendiri telah membentuk Gugus Siaga Corona di Sulsel, yang diharapkan agar betul-betul melakukan langkah-langkah yang lebih ekstra untuk mencegah penularan Covid-19 di Sulsel. Termasuk harus segera melakukan koordinasi terkait penanganan virus ini di seluruh daerah di Sulawesi Selatan dalam hal ini pemerintah daerah kabupaten/kota di Sulsel.

Tentu seluruh dalam pencegahan dan penanganan covid-19 ini membutuhkan sinergitas atas seluruh element yang ada, tak bisa dipungkiri, Covid-19 ini bisa saja berada di samping atau serumah dengan kita, namun tentu kita tidak perlu merasa panik, namun tetap harus waspada.

Kabupaten Enrekang sendiri telah melakukan aksi-aksi pencegahan sedini mungkin dengan mengadakan penyemprotan disinfektan di beberapa  fasilitas umum, pemeriksaan  dijalur masuk daerah, dan koordinasi dengan puskesmas untuk penanganan Covid-19. Namun hal tersebut belum tentu menjamin covid-19 ini tidak masuk ke kabupaten Enrekang.

Maka dari itu, langkah-langkah yang dilakukan guna penangan yang lebih efektif dan efisien ditingkat daerah adalah menggalakkan sosialisasi ke masyarakat daerah terkait gejala Covid-19 dan informasi terkait akses layanan kesehatan yang “Jelas” dan “Memadai” serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat terkait pemeriksaan dan penanganan pasien yang memiliki gejala tersebut didaerahnya misalnya ditingkat kelurahan memiliki informasi yang jelas terkait langkah yang harus dilakukan oleh warga didaerah tersebut atau dengan melakukan pelaporan, dengan adanya gugus disetiap daerah sampai ke tingkat terkecil dapat menjadi langkah yang efektif dan efisien sebagai langkah preventif dalam melawan Covid-19 ini.

Selanjutnya, beberapa tim penanganan tentu harus segara dilakukan baik ditingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan/desa, yang berupaya melakukan pemeriksaan terhadap warganya dan melaksanakan langkan preventif untuk pencegahan penanganan Covid-19 ini dengan mendirikan pos-pos pemeriksaan ditingkat kabupaten, kecamatan dan kelurahan, ditingkat kelurahan/desa melakukan inisiatif pemeriksaan dengan mendatangi rumah-rumah warga dan men-data para warga yang kembali dari daerah lain untuk melakukan pemeriksaan. Tentu hal tersebut tetap berkoordinasi dengan tim yang dibentuk ditingkat kabupaten dan bekerjasama dengan tenaga medis/kesehatan agar tidak keliru dalam penanganannya.

Kemudian, dalam menjalankan seruan dan kebijakan pemerintah terkait social distancing (kerja dirumah atau dirumah saja) perlu control dari pemerintah setempat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya dari Covid-19 ini, serta social control yang harus tercipta dalam suatu masyarakat untuk saling mengingatkan akan langkah pencegahan tersebut.

Rilis terakhir terkait Covid-19 di Indonesia per 21 Maret 2020 (16.40 wita) adalah 450 status Positif Corona, 38 Meninggal Dunia, dan 20 sembuh. ” Rilis diatas tentu bukan hanya sekedar angka-angka biasa melainkan hitungan dari jumlah Manusia yang sudah terifeksi Covid-19″. Melawan Covid-19 ini jangan melakukan langkah yang panic tapi sikap waspada dan nalar yang harus tetap dikedepankan agar tidak terjadi konflik social dimasyarakat itu sendiri.

*) Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik Unhas

Facebook Comments