Home Literasi Cinta Dan Hari Kemenangan

Cinta Dan Hari Kemenangan

0
ADVERTISEMENT

Oleh : Andriyanto Bakari

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd.

Gema takbir telah dikumandangkan pertanda kemenangan sudah berada di depan mata. Kemenangan atas dikalahkannya hawa nafsu yang selama ini merajai kehidupan kita, nafsu yang selama 11 bulan membuat kita terjebak dalam banyak kelalaian. Kemenangan kali ini begitu sempurna, sebab ramadhan memberikan banyak pelajaran.

ADVERTISEMENT

Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi pesantren untuk umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan kali ini banyak melahirkan Santri terbaik di tingkatan keluarga dengan kemampuan terpendam mereka, baik yang memiliki kemampuan sebagai Muadzin, Imam, ataupun Muadzin yang merangkap menjadi Imam. Masha Allah semoga keberkahan ini akan berlanjut, Aamiin.

Tak lupa, ramadhan kali ini menjadi pembawa berkah bagi para pemuda masjid ataupun mereka yang sudah terbiasa menjadi Imam masjid, dimana panggilan untuk menjadi Imam di rumah-rumah penduduk yang mungkin belum memiliki Imam di rumah sangat banyak. Sehingga kemenangan kali ini mereka mendapatkan keberkahan dan rezeki lebih. Keberkahan lebih atas pahala sebab mampu menyelamatkan saudara seiman yang belum memiliki Imam di rumah (Semoga tahun depan sudah ada yah, aamiinkan), dan rezeki lebih berupa amplop putih yang berisikan gambar para pahlawan.

Nah, ini yang istimewa menurut saya, di ramadhan kali ini, harusnya menjadi PEDOMAN kepada bapak ibu yang memiliki anak wanita untuk menentukan calon suami sang anak atau menantu kedepan, dimana yang nantinya mampu menjadi sosok yang berada satu langkah di depan bapak ibu dan anak-anak saat kalimat TAKBIRATUL IHRAM di lafazkan sampai pada Salam. Sungguh ramadhan kali ini membuktikan bahwa mahar terbaik dari seorang laki-laki bukanlah angka angka nominal yang mencapai puluhan atau ratusan juta rupiah, tapi mahar terbaik laki-laki adalah kualitas diri laki-laki itu sendiri, yang meliputi kualitas Iman, ilmu dan agamanya. Kepada bapak ibu yang memiliki anak pria persiapkanlah anak bapak ibu agar mampu menjadi Imam terbaik.

Kepada sesama pria yang mengaku sebagai pejantan tangguh, ramadhan kali ini mengajarkan kita hidup ini tak selamanya menyodorkan fisik dan materialis kepada para hawa agar mereka terpikat, cukuplah bagi kita bekal surah pendek Insha Allah wanita dan orangtuanya bisa membuka jalan untuk kita. Jadi mulailah mempersiapkan diri jika tahun ini masih nyaman menjadi makmum keluarga. Jika kalian tanya saya? Alhamdulillah saya sudah siap.

Ramadhan telah pergi meninggalkan kita dan dia pasti akan kembali lagi, namun bagi diri kita, tak ada satupun yang mampu memastikan kita akan bertemu dengan ramadhan tahun depan, sehingga banyaknya pelajaran dan keberkahan yang kita dapatkan diramadhan kali ini semoga tidak akan hilang dan pergi seiring perginya ramadhan. Selama ramadhan kita telah mampu melewati ujian menahan hawa nafsu kita, namun ujian terbesar kita adalah setelah ramadhan meninggalkan kita, akankah kita kembali menjadi sosok yang lalai ataukah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Semoga kita akan kembali bertemu dengan ramadhan tahun depan dalam keadaan taat kepada Allah SWT. Aamin ya Rabbal alamin.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT