MataKita.co, Enrekang — Kunjungan study komparasi rombongan anggota Pansus 2 DPRD Enrekang di pimpin langsung Ketuanya Drs H. Ismail Hamid bersama 10 anggota DPRD serta sekwan, juga 3 orang pimpinan Baznas Enrekang, Sabtu (4/7/2020).
Dari pihak Baznas Maros hadir ketuanya KH. Said Patombingi bersama anggota pimpinan lainnya dan juga dihadiri wakil ketua DPRD Maros dari fraksi Nasdem, dengan senang hati menerima rombongan dari Enrekang.
Dalam sambutan hangatnya, ketua Baznas Maros berujar kunjungan ini ibarat Sumur mencari timba, ungkapan ini beralasan, semestinya Maros yang harus belajar sama Enrekang tentang zakat infaq sedekah.
Lebih jauh dia menjelaskan lewat layar presentase, untuk pengumpulan ZIS, Enrekang jauh lebih tinggi di banding Maros, karena regulasi dan ketegasan Bupati Enrekang kami akui luar biasa, seluruh ASN di potong ZISnya 2,5%, kami salut sekali. Sementara bupati kami di sini kurang optimal dukungannya.
“Yang menonjol dari kami mungkin model kelembagaan dan program pemberdayaan, di mana kami punya unit lembaga yang secara profesional mengelola program pemberdayaan mustahik, ada microfinance, balai ternak, ZCD, BTB, Lab, dan lain-lain,” ujar Ketua Baznas Maros.
Ketua Baznas maros mengatakan, tidak salah pemerintah menetapkan 2,5% di kenakan pada semua ASN karena kaidah fikih bahwa ketetapan pemerintah di benarkan untuk menengahi perbedaan fikih.
“Jadi tidak salah keputusan Bupati Enrekang dan dapat di pertanggung jawabkan dunia akhirat karena sesuai kaidah fikih tadi. Kami juga akan berjuang dan mengajak Bupati dan DPRD Maros seperti di Enrekang,” ungkap mantan anggota DPRD Golkar 2 periode ini.
Sementara dari rombongan anggota pansus DPRD Enrekang dalam pengantarnya mengenalkan satu persatu dan dengan partainya.
Ketua pansus Ismail Hamid menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ini adalah study komparasi, mengandung makna belajar tentang Baznas Maros mengelola zakat Infaq sedekah. Kami dapat info bahwa Maros cukup unggul di aspek pendistribusian dan pendayagunaan.
“Karena itu semoga kedatangan kami ini membawa manfaat juga bagi Baznas Maros terkait hal-hal yg belum optimal, misal Perda zakat,” ungkap Ismail Hamid, Ketua Pansus.
Pernyataan Ismail Hamid pun mendapat tanggapan balik dari Baznas Maros yakni Dr. Ansar, wakil ketua 1 bagian pengumpulan.
“Kami sangat berharap ada simbiosis mutualis antara kedua belahpihak, termasuk antara DPRD Maros dengan DPRD Enrekang, kebetulan ada wakil ketua DPRD hadir di tengah kita,” kata Dr. Ansar.
Dia melanjutkan, Maros masih harus belajar dari Enrekang dalam hal pengumpulan ZIS.
“Pengumpulan ZIS di Maros baru 3 milyar lebih dari target 5 milyar, itu murni perjuangan kami, karena belum ada penegasan dari Pemda Maros. Kami ingin seperti di Enrekang,” lanjutnya.
Mewakili Baznas Enrekang Ir Mursyid SM, dalam penyampaiannya berterima kasih atas di terimanya kunjungan ini oleh Baznas maros.
“Saya berharap kegiatan ini dapat mengembangkan Baznas Enrekang lebih baik lagi. Kami hanyalah pelaksana UU, karena itu apapun keputusan Bupati dan DPRD itulah yang kami jalankan,” ucap Ketua Baznas Enrekang singkat.
(Bang El)






































