Home Berita Sidang Perdana Kasus Korupsi PLH Sekda Boalemo, Begini Ancaman Hukumannya

Sidang Perdana Kasus Korupsi PLH Sekda Boalemo, Begini Ancaman Hukumannya

0
ADVERTISEMENT

Matakita.co (Gorontalo) – Kasus Dugaan Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 yang menjerat PLH Sekda Boalemo Sofyan Hasan akhirnya masuk tahap persidangan.

Terdakwa Sofyan Hasan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Gorontalo. Senin, (13/07/2020).

Saat dimintai keterangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sahwal menjelaskan, Dakwaan yang disangkakan kepada Sofyan Hasan dan Danar Bata disusun secara gabungan antara subsider dan alternatif dengan Ancaman Hukuman diatas 5 Tahun Penjara

ADVERTISEMENT

“Yang bersangkutan disangkakan dengan Pasal 2, kemudian subsider Pasal 3, dan kita Alternatifkan Pasal 12 Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).” Jelas Sahwal

Foto : JPU Sahwal saat dimintai keterangan

Sahwal juga menambahkan Kegiatan yang didakwakan sendiri merupakan Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pertanian Tahun 2018 dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp.2.759.159.000.

“Yang terbagi dalam beberapa kegiatan, yakni Kegiatan pembangunan irigasi tanah dangkal Rp.100.000.000 sebanyak 14 paket, Embung dilaksanakan 6 paket, yang per paketnya Rp.120.000.000, dan Dam Parit di 3 lokasi pekerjaan sebesar Rp.150.000.000 per paket.” Tambah Sahwal

Selain itu, Sahwal mengungkapkan , Total kerugian Negara sendiri dari Kasus Korupsi DAK Tahun 2018 Sendiri sebesar Rp.146.050.000.

“Jadi Yang di Terima oleh Danar bata 108.500.000, kemudian diberikan kepada Sofyan Hasan. Yang ke dua diterima oleh saksi FS sebesar Rp.37.550.000. Ini di potong dari 19 kelompok tani, jadi kelompok tani di suruh menyetor ke Danar bata yang kemudian diserahkan ke Sofyan Hasan.”

Sidang Kasus Korupsi DAK 2018 yang menjerat Sofyan Hasan dan Danar Bata kembali akan digelar pada senin (20/07/2020) minggu depan, dengan agenda pembacaan nota keberatan atau Eksepsi oleh Terdakwa dan kuasa hukumnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT