Home Berdikari Kabar Gembira, Samsat Enrekang Lakukan Pelayanan Penghapusan Denda PKB hingga 29 September

Kabar Gembira, Samsat Enrekang Lakukan Pelayanan Penghapusan Denda PKB hingga 29 September

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Enrekang – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah kembali mengeluarkan kebijakan populis membantu warganya yang terdampak COVID-19. Kebijakan tersebut yakni membebaskan warganya dari kewajiban membayar denda pajak jika nilai jual kendaraannya dibawah Rp150 juta.

Adapun yang dibebaskan adalah denda pajak kendaaan mulai Januari 2020 sampai dengan tanggal pembayaran, sepanjang pembayaran tersebut belum lewat dari tanggal 30 September 2020.

ADVERTISEMENT

Muhammad Rusmin Selaku Kepala Unit Pendapatan Daerah (UPTD) Samsat Kabupaten Enrekang dalam penyampaiannya mengatakan bahwa adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kebijakan teraebut adalah untuk membantu masyarakat agar dapat membayat pajak utamanya pada masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

“Jadi hal ini dilakukan dengan maksud dan tujuan agar dapat mengurangi beban masyarakat menengah kebawah hal itu dilihat dari nilai jual kendaraan masyarakat. ” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika dilihat dari masyarakat yang mempunyai kendaraan nilai jual dibawah 150 Juta masyarakat tersebut dikenakan pembebasan denda jika kendaraannya mengalami penunggakan selama empat atau lima tahun hanya membayar pajaknya saja dan tidak membayar dendanya hal tersebut diperunruhkan untuk kendaraan dengan nilai jual 150juta kebawah Misalkan Mobil Avansa, Xenia, alia dan jenis lainnya.

Iapun melanjutkan bahwa Tetapi jika masyarakat yang memiliki kendaraan dengan nilai jual 150juta keatas yang dihapus adalah denda berjalan atau pajak berjalan misalkan mengalami penunggakan selaman dua tahun adapun yang dibebaskan dendanya pada tahun 2020.

“Jika pajaknya pada bulan september berarti yang dikenakan denda adalah pada bulan september tahun lalu yakni tahun 2019, tetapi tahun ini yang dimulai pada januari sampai pada bulan september itu dihapuskan denda yakni kendaraan dengan nilai jual diatas 150Juta.” Katanya lagi..

Kendaraan jenis progresif, adapun yang dimaksud dengan kendaraan progresif tersebut adalah kendaraan Truk atau beban. Jadi banyak kendaraan Truk atau beban digunakan atas nama pribadi.

“Jika seseorang sudah memiliki kendaraan misal avanza atau yang lainnya kemudian seseorang tersebut juga memiliki kendaraan beban atau Truk itu dikenakan pajak progresif. Jadi Progresifnya ini yang dihapuskan.” Jelasnya.

Dirinyapun berharap bahwa dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat utamanya masyarakat menengah kebawah agar bisa membayar pajak. Hal ini merupakan bentuk kedilan bagi masyarakat menengah yang terdampak virus corona walaupun ada masyarakat yang mempunyai ekonomi yang tinggi tetap melakukan pembayaran pajak.

” hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kita terhadap dampak yang ditimbukakan oleh Pandemi Virus Corona, adapun pajak yang dibayarkan ini untuk diperuntuhkan dalam hal penanggulangan penyebaran Virus Corona teraebut.” Tukasnya.

Masyarakat kabupaten enrekang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut yang hanya berlaku hingga pada tanggal 29 September 2020.

“Betul-betul masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dan selanjutnya kami akan melakukan sosialisasi secara dor to dor kepada maayarakat untuk menyampaikan informasi tersebut, dan dengan informasi ini dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.” Tukasnya.

(Bang El)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT