Home Politik Women Inspire #1 LSKP ; Tantangan dan Hambatan Perempuan Bergulat dalam Politik

Women Inspire #1 LSKP ; Tantangan dan Hambatan Perempuan Bergulat dalam Politik

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Makassar – Lembaga Study Kebijakan Publik (LSKP) melaksanakan Women’s Inspire #1 dengan tema “Perempuan Bergulat dalam Politik: Tantangan dan Hambatan”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari program Promoting and Enabling for Women’s Political Leadership in South Sulawesi oleh LSKP bekerjasama dengan Women Democracy Network (WDN), Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Selatan dan Kaukus Perempuan Politik Sulawesi Selatan. Tujuan pelaksanaan program yakni meningkatkan kepercayaan publik bagi perempuan untuk ikut terlibat dalam partai politik dan jabatan strategis. Sasaran pelaksanaan program yakni publik secara luas. Women’s Inspire menghadirkan pembicara dari perempuan legislatif, partai politik, pemimpin daerah dan Aparatur Sipili Negara (ASN).

Women’s Inspire #1 yang dilaksanakan hari ini
(20/4/2021) merupakan kegiatan perdana yang akan terlaksana secara berkelanjutan kedepannya. Dilaksankan secara virtual melalui live Instagram di akun @lskp.id pada pukul 16.30 WITA yang dipantu oleh Alfiana, sebagai moderator. Women’s Inspire #1 menghadirkan Ibu Shinta Mashita Molina, Anggota Partai Hanura yang saat ini menjabat sebagai Ketua Perempuan Partai Hanura, sekaligus sebagai Sekretaris Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam pelaksanaan live Instagram, Ibu Shinta berkunjung langsung di Kantor LSKP di Jalan Bougenville Raya Komp. Maizonnete No. 9, Panakkukang, Makassar. Talk Show ini mengangkat tema “Perempuan Bergulat Dalam Politik: Tantangan dan Hambatan”.

Advertisemen

Women’s Inspire #1 ini dihadiri oleh beberapa kalangan, termasuk anggota politik yang tergabung dalam KPPI SULSEL, begitu juga dengan Ibu Rahmatika Dewi Selaku Ketua. Juga, dihadiri oleh Ibu Rismawati selaku Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPPP) SULSEL. Serta, berbagai kalangan masyarakat, utamanya perempuan dan milenial.

Ibu Shinta membagikan pengalaman pertama bergabung dalam partai politik pada usia ke-23 tahun dan berhasil terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Makassar selama 2 periode. Ibu Shinta juga menceritakan tentang keterlibatannya dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang responsive gender dengan bantuan perempuan politik di DPRD seperti Perda tentang Kawasan Bebas Asap Rokok, Perda tentang Asi, Perda tentang Pendidikan, Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, serta perda lainnya yang berbasis responsif gender sehingga perempuan juga punya payung hukum dalam bernegara.

Ibu Shinta juga memberikan pandangan bahwa budaya patriarki masih berkembang yang menempatkan laki-laki selalu berada pada rana publik,sementara perempuan hanya pada rana domestik. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Ibu Shinta untuk mengembangkan kapasitas sebagai perempuan dan ikut terlibat dalam penemuhan hak-hak dan penjaminan kesejahteraan masyarakat,

Ibu Shinta juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas bagi kader perempuan partai dan anggota legislatif perempuan. Hal ini mendukung pelaksanaan tugas dan tanggungjawab yang diembannya. Serta, harus adanya keseriusan dalam membenahi sistem kaderisasi partai politik, sehingga perempuan yang bergabung tidak hanya pasang nama. Kaderisasi yang tidak berjalan dengan baik menghasilkan kader yang tidak begitu berkualitas. Sehingga, ada beberapa regulasi yang dihasilkan tidak berjalan dengan semestinya. Seperti halnya, Perda tentang Disabilitas di Kota Makassar, yang masih membutuhkan perhatian.

Peserta yang tergabung dalam live Instagram juga memberikan tanggapa positif, seperti Ibu Rismawati, Ketua KPPP SULSEL yang mengatakan bahwa perempuan harus saling mendukung dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Salah seorang peserta lainnya juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat masih belum melihat calon wakil rakyat dari kapasitasnya.

Pada sesi akhir Women Inspire #2, Ibu Shinta berharap perempuan yang sudah terjun dalam ranah politik jangan pernah berhenti untuk belajar, meningkatkan kualitas diri, jangan minder, yakin bahwa kita sebagai perempuan juga bisa berbuat baik dan berguna bagi masyarakat. Women’s Inspire #1 ditutup oleh moderator dengan ajakan untuk ikut bergabung kembali dalam Women’s Inspire #2 mendatang. Serta, pemberian piagam penghargaan kepada Ibu Shinta Mashita di Kantor LSKP.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT