Home Lensa Gelar Woman Inspire, LSKP Hadirkan Sri Endang Sukarsih

Gelar Woman Inspire, LSKP Hadirkan Sri Endang Sukarsih

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Makassar – Lembaga study kebijakan publik (LSKP) didukung oleh  Woman Democracy Network dan Internasional Republican Institute dan kerjasama dengan Kaukus Perempuan Sulawesi Selatan serta Kaukus Perempuan Politik Sulawesi Selatan melaksanakan  Woman Inspire. Acara ini dimulai pada pukul 16.00 WITA dipandu oleh Regina Sapta Samudera sebagai host dan dilaksanakan secara virtual melalui live streaming di Instagram Lskp.id. (30/4/2021)

Kegiatan ini merupakan program yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas pemimpin-pemimpin perempuan dan bagaimana perempuan disosialisasikan di publik. Woman Inspire kali ini adalah woman inspire kedua dan Salah satu dari tiga program lain yang akan dilaksanakan hingga Agustus mendatang.

Sesuai jadwal, kegiatan dimulai dengan agenda memperkenalkan kegiatan kepada peserta diskusi oleh Host Regina Sapta Samudera. Women inspire kali ini diikuti oleh berbagai kalangan dari followers Ibu Ir. Sri Endang Sukarsih, MP sebagai narasumber maupun dari followers host Regina Sapta Samudera.

Advertisemen

Usai agenda perkenalan kegiatan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil para narasumber kemudian dilanjutkan dengan Acara inti, pada agenda ini Narasumber yang merupakan Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa yang juga dulunya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga  Provinsi Sulawesi Selatan 2017-2019, serta Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Sub Bidang Keagamaan Provinsi SULSEL 2019-2020. Ibu Ir. Sri Endang Sukarsih, MP biasa disapa Bunda Endang membagikan pengalamannya sebagai perempuan yang tetap bekerja, sekaligus berperan sebagai ibu dan istri. Suami yang berada jauh di Kendari membuat beliau menjalankan dua peran dalam merawat anak sebagai bapak dan ibu sekaligus. Namun, hal tersebut tidak membuat Bunda hilang kontrol sebagai seorang istri dengan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan suami.

“Seorang perempuan harus berani mengambil sebuah keputusan baik untuk hidupnya maupun dalam bekerja. Hal tersebut menjadi tantangan bagi perempuan untuk bisa dihadapi. Bagaimana perempuan bisa survive kedepannya membutuhkan upaya bersama untuk mendapatkan haknya. Ada banyak cara untuk memahami hak kita sebagai perempuan salah satunya adalah banyak belajar dari orang yang paham hal tersebut maupun melalui internet. Kesadaran diri, lingkungan, perkembangan teknologi, dan juga banyak belajar terkait hak perempuan menjadi faktor penentu dalam upaya menghadapi tantangan seorang perempuan. Sosial media sangat berguna untuk mencari informasi terkait hal tersebut dengan tetap menyaring informasi yang benar” jelas Sri Endang Sukarsih.

Endang menanggapi pertanyaan dari akun yang mengikuti live streaming terkait pandangan perempuan sebagai sosok yang cerewet bahwa hal tersebut hanyalah sebuah stigma yang diberikan oleh masyarakat sehingga membuat sosok perempuan menjadi sulit untuk mendapatkan haknya. Namun, hal tersebut harusnya menjadikan sosok perempuan sebagai sosok yang berani dan memperjuangkan hak-haknya. Salah satu stigma juga bahwa perempuan terkadang tidak berani mengungkapkan pendapatnya pada publik karena rasa tidak percaya diri. Hal tersebut membutuhkan dorongan dari orang sekitar untuk memotivasinya agar rasa percaya dirinya bisa kembali bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk menyuarakan suaranya.

” Komitmen dan dorongan dari suami menjadi hal yang perlu dikomunikasikan agar kita sebagai perempuan bisa berkembang dengan tetap mendapat kepercayaan dari sang suami. Perempuan harus memiliki jiwa petarung dengan tidak gampang menyerah dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Memperbanyak kegiatan dapat mendorong perempuan untuk tetap berkembang dengan memperhatikan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan diri sendir” jelasnya.

Bunda Endang juga berpandangan terkait cara mengupdate keterampilan di era digital dengan cara memperbanyak diskusi. Saling bertukar pengetahuan untuk melihat sejauh mana memahami sesuatu. Salah satunya juga adalah dengan menulis, selain dapat mengasah kemampuan menulis juga dapat memperluas wawasan sebagai reflektif diri dalam mengembangkan diri.

“Karir Bunda sebagai dosen baru saja dimulai pada tahun ini setelah lepas dari jabatan di Instansi Pemerintah. Sebagai Akademisi tentunya memiliki tantangan juga, sebagaimana yang dirasakan Bunda Endang mengatakan bahwa seorang dosen harus tetap update untuk bisa dibagikan kepada mahasiswa yang menjadi tantangan buat diri Bunda. Hal tersebut membuat Bunda lebih mudah untuk berinteraksi. Bunda juga membagikan pikirannya terkait tantangannya dalam mengajar di bulan puasa ini membuat Bunda untuk bisa lebih beradaptasi dengan mahasiswa agar tetap terhubung dengan mahasiswanya. Jaringan juga menjadi masalah yang paling sering dihadapi selama perkuliahan yang dilakukan secara online” jelasnya.

Pada akhir sesi, harapan Bunda Endang untuk para perempuan diluar sana yang terus berjuang bahwa tantangan itu akan selalu ada, maka dari itu tantangan harus tetap dihadapi jangan dihindari. Hidup adalah tentang perjuangan, apa yang kita perjuangkan akan mendapatkan hasil dari perjuangan itu. Jangan biarkan orang lain memegang kendali atas diri kita, jadilah perempuan yang berani, mau belajar, dan berani mengambil peran.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT