Home Edukasi Asesmen Kompetensi Minimun dan Pendidikan Abad 21

Asesmen Kompetensi Minimun dan Pendidikan Abad 21

0
Nurlaela Bonso, S.Pd
ADVERTISEMENT

Oleh : Nurlaela Bonso, S.Pd*

Asesmen Nasional ( AN ) adalah asesmen yang dilakukan untuk pemetaan mutu pendidikan pada semua sekolah, madrasah, serta program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Di dalam asesmen nasional itu ada tiga instrument yaitu 1. Asesmen Kompetensi Minimum, 2. Survei Karakter dan 3 Survey lingkungan belajar  untuk asesmen kompetensi kompetensi minimum.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Asesmen Kompetensi minimum adalah langkah yang dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan keterampilan hidup bagi peserta didik yang akan terjun langsung dalam kehidupan masyarakat setelah mereka menyelesaikan pendidikannya. Dengan adanya Asesmen Kompetensi Minimum maka diharapkan peserta didik akan dapat berbaur dan hidup bersama dengan masyarakat sekitar ketika mereka selesai dari pendidikannya dan yang terpenting adalah mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari, sehingga permalahan klasik tentang kenakalan remaja, penyakit masyarakat, premanisme dan lain – lain dapat sedikit demi sedikit teratasi.

Peran guru dalam melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum sangat diperlukan. Dimana seorang guru harus dapat memetakan hasil asesmen peserta didiknya sehinggadapat diperoleh hasil identifikasi kemampuan dan keterampilan serta karakter yang harus dikembangkan oleh peserta didik. Berdasarkan hasil asesmen tersebut seorang guru dapat membuat rencana untuk proses pembelajarannya kedepan yang tentunya disesuaikan dengan hasil asesmen peserta didik.

Advertisemen

Pendidikan di abad 21 seperti sekarang ini menitik beratkan pada peran guru untuk tidak hanya mampu mengajar dan mengelola kegiatan kelas dengan efektif, namun juga dituntut untuk mampu membangun hubungan yang efektif dengan siswa dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu pengajaran, serta melakukan refleksi dan perbaikan praktek.

Abad 21 benar-benar membutuhkan guru yang profilnya efektif, professional dan memesona yang cocok untuk menghadapi tantangan abad 21. Kompetensi guru yang sudah dirumuskan pemerintah meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi pedagogik perlu dikontekstualisasikan dan dilakukan penyesuaian sehingga mampu mempersiapkan dan memprediksi kebutuhan belajar peserta didik abad 21  dan tuntutan masyarakat abad 21.

  1. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru mengenai pengelolaan pembeajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi.
  2. Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, canggih, humoris namun tegas, dan berwibawa selalu memesona bagi peserta didik.
  3. Kompetensi sosial pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan ,orangtua serta masyarakat.
  4. Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam

Paradigma guru harus berubah dari professional teaching berubah menjadi professional learning, artinya guru bukan sekedar mengajar namun juga belajar yang berkelanjutan
(continuous professional learning). Guru adalah praktisi yang reflektif merupakan bagian kunci dalam evaluasi kinerja guru di banyak negara. Refleksi dimulai dari mendekripsikan pengalaman, memahami dan merasakan situasi, mengevaluasi dan, sampai kepada kesimpulan dan menyusun rencana aksi. Belajar mandiri dapat mentransformasi kultur diri seorang guru, dan menjadi bagian dari pengembangan profesi berkelanjutan (PKB). PKB yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap dan berkelanjutan dalam mengembangkan kompetensi guru. Adapun PKB yang dimaksud adalah :

1.     Pengembangan diri

2.     Publikasi ilmiah

3.     Karya inovatif

Penyesuaian kompetensi guru dan perubahan paradigma dalam memberikan pembelajaran dan pendidikan kepada peserta didik diharapkan dapat mendukung untuk meningkatkan keterampilan hidup bagi peserta sesuai dengan hasis asesmen yang telah mereka lalui, sehingga mereka dapat berpartisipasi positif dalam kehidupan bermasyarakat dilingkungan dimanapun mereka tinggal.

*) Penulis adalah Guru SDN Maradekaya 1 Makassar

Facebook Comments
ADVERTISEMENT