Home Kesehatan Herd Immunity: Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Herd Immunity: Hidup Berdampingan dengan Covid-19

0
Advertisement

Lebih dari satu setengah tahun, tidak terasa dunia dilanda pandemi Covid-19. Secara global, data Covid-19 masih fluktuatif, dimana terdapat 224.117.770 kasus, angka kematian ada 4.622.503, serta angka kesembuhan ada 200.712.876 (worldometers, 10/08/2021). Indonesia menempati peringkat ke-13 dari 223 negara, dengan jumlah kasus ada 109.619. Sedangkan, USA menempati peringkat ke-1 untuk kasus Covid-19 dengan jumlah 41.561.156.

Covid-19 dideklarasikan sebagai pandemi oleh WHO sejak 9 Maret 2020. Artinya penyebarannya meluas secara global pada semua negara di dunia. Pembatasan mobilitas menjadi kebijakan semua negara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Akibatnya, semua sektor kehidupan manusia terdampak sebagai akibat terjadinya pandemi Covid-19.

Munculnya varian baru sebagai bentuk mutasi Covid-19 menambah lonjakan kasus baru, sehingga sejumlah negara menerapkan pembatasan yang lebih ketat. WHO  telah menetapkan penamaan varian baru Covid-19, yakni: Alpha (varian virus corona Inggris B.1.1.7), Beta (varian virus corona Afrika Selatan B.1.351), Gamma (varian virus corona Brasil P.1), Delta (varian virus corona India B.1.617.2), Epsilon (varian virus corona Amerika Serikat B.1.427/B.1.429), Zeta (varian virus corona Brasil P.2), Eta (varian virus corona Inggris B.1.525), Theta (varian virus corona Filipina), Iota (varian virus corona Amerika Serikat B.1.526), serta Kappa (varian virus corona India B.1.617.1).

Sejumlah regulasi telah ditetapkan oleh berbagai negara untuk menekan lajunya kasus baru sebagai akibat varian baru, maupun meningkatkan angka kesembuhan serta meminimalkan angka kematian. Pembatasan mobilitas tentunya bukan salah satu kebijakan yang akan dilaksanakan secara permanen, karena akan berdampak terhadap upaya pemulihan ekonomi secara makro maupn mikro. Salah satu strateginya melalui herd immunity dengan menciptakan kekebalan pada suatu populasi melalui vaksinasi massal.

Vaksinasi merupakan bentuk penangkalan penyebaran virus corona melalui penyuntikan vaksin dengan dosis lengkap, sehingga tubuh akan mendapatkan perlindungan tiga kali lebih besar apabila dibandingkan dengan tubuh yang tidak divaksin sama sekali. Vaksinasi pada suatu populasi tentunya akan mempercepat terbentuknya herd immunity, sehingga masyarakat bisa terlindungi dari kesakitan maupun kematian akibat virus corona.

Pada konsep herd immunity, sebagian besar anggota dari suatu populasi diberikan vaksin yang bertujuan untuk menurunkan jumlah keseluruhan virus yang dapat menyebar ke seluruh populasi. Tetapi, tidak semua orang perlu diberikan vaksin agar terlindungi, karena masih ada berbagai kelompok rentan yang disebabkan oleh faktor usia maupun kondisi kesehatan. Herd immunity bukan hanya melindungi individu sendiri, namun juga melindungi kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan kelompok sasaran vaksinasi, sehingga menimbulkan indirect effect karena transmisi virus yang rendah.

Pada kasus penyakit campak, herd immunity membutuhkan sekitar 95% dari populasi untuk divaksinasi, sedangkan 5% akan dilindungi oleh fakta bahwa campak tidak akan menyebar diantara mereka yang sudah diberikan vaksin. Untuk kasus penyakit Covid-19, masih belum diketahui proporsi populasi yang harus divaksinasi agar mencapai herd immunity. Karena masih dalam taraf penelitian untuk mengetahui variasinya berdasarkan komunitas, jenis vaksin, jumlah populasi yang perlu diprioritaskan untuk diberikan vaksin, maupun faktor lainnya.

Berdasarkan Kemenkes, Indonesia memiliki target herd immunity apabila 70% dari populasi sudah mengikuti vaksinasi Covid-19. Apabila jumlah populasi penduduk ada 272.229.372 jiwa (data Administrasi Kependudukan Kemendagri per Juni 2021), maka diperlukan 190.560.560 jiwa sudah diberikan vaksin Covid-19 untuk mencapai herd immunity.

Data Kemenkes (vaksin.kemkes.go.id per 10/09/2021 pukul 18.00 WIB) menunjukkan bahwa vaksinasi Covid-19 secara nasional untuk vaksin dosis 1 sudah mencapai 33,53% atau 71.667.777 dosis. Artinya 34 per 100 penduduk sasaran sudah mendapat 1 dosis, dari target sasaran vaksinasi sampai tahap akhir 208.265.720, yakni untuk tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum usia 12 – 17 tahun. Sedangkan, untuk dosis 2 sudah mencapai 19,77% atau 41.183.556 dosis. Vaksinasi sudah tersebar pada seluruh provinsi di Indonesia.

Untuk mencapai herd immunity 70% diperlukan kerja keras, strategi maupun intervensi yang terintegrasi dari berbagai pihak, yakni pemerintah, swasta maupun masyarakat. Karena tidak diketahui sampai kapan akan berakhirnya pandemi Covid-19, maka kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk pencapaian herd immunity menuju era new normal. Tidak bisa dinafikan bahwa kapan pandemi Covid-19 akan segera hilang dari muka bumi, maka hidup berdampingan dengan Covid-19 melalui herd immunity merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Herd immunity dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga sendiri dan kemudian lingkungan sekitar, sehingga dapat terbentuk komunitas yang terlindungi dari virus Covid-19. Selain itu, tentunya perlu peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan secara ketat dan disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, siapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 melalui vaksin untuk menuju kearah tatanan kehidupan baru.

*) Akademisi STIE YPUP Makassar

Facebook Comments
ADVERTISEMENT