Beranda Mimbar Ide “ INSECURITY “

“ INSECURITY “

0
Syurtiyaningrat
ADVERTISEMENT

Oleh Syurtiyaningrat H.M

Rasa insecure ini sudah ada dan dirasakan orang-orang terdahulu. Namun di indonesia sendiri kata “insecure” ini masih terbilang masih baru yang mana dulu orang-orang kerap bilang kurang PD atau tidak PD. Rasa insecure ini sendiri timbul karena beberapa faktor dan faktor terbesarnya yaitu lingkungan sekitar. Ketika kita tidak bisa menjadi apa yang mereka ekspekatasikan ke kita mereka akan mengungkapkan kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri kita,  yang pada akhirnya akan membuat kita menjadi over thinking dan akhirnya merasa insecure, tidak percaya diri dalam melakukan beberapa aktivitas. Yang tadinya kita sendiri sudah merasa cukup dengan apa yang kita punya dengan apa yang sudah ditetapkan kepada kita, dan menerima itu semua menjadi kurang karena perkataan-perkataan dari orang-orang tersebut.

Terkadang hal pemicu rasa insecure ini bukan hanya dari lingkungan dan  orang luar saja, akan tetapi orang-orang terdekat bahkan lebih banyak melontarkan kalimat-kalimat yang negatif yang membuat kita insecure. Pembahasan yang mereka anggap candaan atau sekedar basa basi ternyata kalimat-kalimat yang cukup sensitif untuk kita yang mungkin hal itu telah disadari oleh kita dan mencoba untuk berdamai dengan keadaan akan tetapi mereka malah mempertegas dan memperjelas kekurangan itu. Misalnya basa basi seperti “ih kamu kok makin kurusan sih” “kok tambah gendut? kayak tante tante” “pencapaian kamu di usia ini udah sampai mana? Perasaan gak ada kemajuan” “masih muda gini kok mukanya gak mulus sih” “mukanya boros ya.. Terlihat lebih tua dari umurnya” kalimat-kalimat yang mungkin bagi mereka sepele atau mungkin di fikiran mereka itu bisa menjadi sebuah motivasi untuk kita berubah menjadi lebih baik tapi nyatanya banyak orang yang merasa insecure karenanya.

Sosial media juga menjadi faktor yang menyebabkan rasa insecure ini muncul. Bukan rahasia umum lagi kalau kebanyakan orang menampilkan segala sisi baik dan positif mereka di sosial media dan bisa dibilang fake meskipun tidak semua. Di sosial media ini orang menunjukan kemewahan, kecantikan, keberuntungan, dan hal-hal seru yang mereka jalani. Disaat kita melihat itu semua akan muncul lagi fikiran “kenapa yah saya tidak secantik dia, seberuntung dia, kenapa hidup saya tidak semudah dia” yang mana mungkin kita hanya melihat postingan atau story yang berdurasi 14 detik di instagram misalnya. Tanpa tau dibalik kamera kehidupan mereka sebenarnya seperti apa.

Sebenarnya rasa insecure ini merupakan hal normal untuk dirasakan manusia, akan tetapi jika itu berlebihan yang kena impactnya kita juga. Selalu merasa bodoh, jelek, tidak seperti yang lain, tidak memiliki kelebihan yang pada akhirnya dalam memulai hubungan pun akan selalu merasa tidak pantas. Ketika kita merasakan hal itu membuat kita lupa akan kodrat manusia ya memang tempatnya ketidak sempurnaan, it’s okay to not be perfect and we don’t have to. Memang tidak semudah itu untuk membangun kembali rasa PD, tapi kita bisa setidaknya meninggalkan lingkup yang tidak sehat, lingkungan yang toxic, mulai kegiatan-kegiatan positif tanpa memberikan cela untuk over thinking apalagi selama masa pandemi ini rasa insecurity orang-orang meningkat karena banyak menghabiskan waktu sendiri di rumah, dan hal lain yang tak kalah pentingnya yaitu berkawan dengan orang-orang yang bisa mengapresiasi kamu dan mendukung segala hal dalam diri kamu, dan memberikan energi positif untukmu.

*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Facebook Comments
ADVERTISEMENT