Beranda Politik Profetik Institute Sebut Figur Lama Maupun Pendatang Baru Punya Tantangan Tersendiri di...

Profetik Institute Sebut Figur Lama Maupun Pendatang Baru Punya Tantangan Tersendiri di Pilwalkot Makassar 2024

0
Direktur Profetik Institute, Asratillah

MataKita.co, Makassar – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tahun 2024 akan berlangsung tahun depan. hal ini membuat nama – nama kandidat calon kepala daerah mulai bermunculan, begitu pun di ajang pemilihan Walikota (Pilwakot) Makassar. Adapun kandidat yang muncul berasal dari figur lama maupun figur baru. 

Baik figur lama maupun figur baru memiliki tantangan masing – masing. hal ini seperti yang dijelaskan oleh Direktur Profetik Institute, Asratillah.

“Dalam pilkada para bakal kandidat biasanya kita bagi menjadi dua kategori yang pertama adalah incumbet atau para pemain lama baik yang telah menjabat ataupun tidak, dan yang kedua adalah New-Comer atau pendatang baru” jelasnya kepada Matakita.co (23/1/2023)

Asra menjelaskan, Para New-Comer di pilwali Kota Makassar mendatang seperti Rudianto Lallo, Susanto ataupun dr. Udin, punya peluang dan tantangannya sendiri. Salah satu peluang dari para new-comer adalah mereka bisa menjadi simpul artikulasi ekspektasi publik, hal ini dikarenakan kejenuhan publik terhadap para pemain lama.

“Apalagi jika para “pemain lama”, punya rekam jejak politik yang agak kurang bagus jelang pilwali 2024, atau kurang mampu meremajakan pola komunikasi politik mereka. Di titik inilah para new comer bisa menarik atensi publik selama mereka bisa mengemas pesan politik mereka secara menarik dan menawarkan solusi bagi beberapa persoalan publik di Kota Makassar” jelasnya. 

Asratillah menjelaskan, namun bagaimana pun tangangan new comer juga tidak sedikit. Secara psikologis, publik kita lebih cenderung memilih bakal kandidat yang nampak punya kekuatan besar dalam “bertarung” di pilwali. Sehingga para new comer sedikit banyaknya mesti mampu mencitrakan dirinya, bahwa mereka adalah figur yang kuat secara politk.

“Tantangan kedua bagi para new comer adalah mencari positioning yang tepat di antara bakal kandidat lain. Kesan yanh mereka buat dipublik mesti menarik, solutif, sekaligus mampu membedakan diri dari para kontestan yang ada terutama para pemain lama. Karena bagaimana pun, pemain lama sudah cukup dikenal dalam memori publik Kota Makassar” jelasnya. 

Asra menambahkan, tantangan ketiga bagi new comer adalah mesti berebut jejaring politik dengan pemain lama. Bagaimanapun figur sepertu Munafri Arifuddin, Syamsu Rizal, Fatmawati Fusdi dan pemain lama lainnya, telah membangun dan me-maintenance jejaring politik di tingkat akar rumput sedari lama.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT