Beranda Kampus Simak! Mahasiswa Hukum Unhas Gagas Program Upaya Menumbuhkan Percaya Diri Napi Wanita

Simak! Mahasiswa Hukum Unhas Gagas Program Upaya Menumbuhkan Percaya Diri Napi Wanita

0

Matakita.co, Makassar- Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) merumuskan gagasan baru melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tentang pengabdian untuk narapidana (Napi) wanita.

Program PKM ini mengusung gagasan untuk mengatasi permasalahan isolasi sosial. Mengenai Isolasi sosial ini sering kali menjadi permasalahan yang dihadapi narapidana ketika menjalani awal masa tahanannya. Sebab hal tersebut membuat mereka sulit untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan di dalam lembaga pemasayarakatan. (07/07/2024)

Adapun Tim yang terlibat dalam pelaksanaan program ini terdiri dari lima mahasiswa Universitas Hasanuddin, yaitu A. Nur Ilmi Amaliyah Passalowongi, Mulawarman Pahlevi, Indarwati Hamriani, Khusnul Khatima, dan Izzatunnisa Muallim. Mereka dibimbing oleh Ibu Eka Merdekawati Djafar, S.H., M.H., seorang dosen dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang turut mendukung inisiatif ini.

Diketahui bahwa program pengabdian ini diberi judul “Weaving Bonds of Connection” dengan harapan program ini mampu merajut kembali dan memperkuat ikatan sosial antara narapidana wanita selama masa tahanan mereka di Lembaga Pemasyarakatan, sehingga dapat mengatasi masalah isolasi sosial yang dialaminya.

Ketua Tim, A. Nur Ilmi Amaliyah Passalowongi berharap bahwa dengan hadirnya program ini kiranya dapat berlanjut dan terus memberikan manfaat yang nyata bagi narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan. jelasnya

Dengan demikian, “Weaving Bonds of Connection” tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi isolasi sosial, tetapi juga sebagai salah satu upaya konkret dalam memberikan kesempatan dan harapan baru bagi mereka untuk membangun kembali kehidupan mereka setelah masa tahanan. lanjutnya

Ilmi demikian sepaannya kembali menambahkan bahwa melalui sejumlah kegiatan yang sedang diagendakan, “Weaving Bonds of Connection” menyasar narapidana wanita agar dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya, membangun interaksi dan hubungan sosial yang sehat, meningkatkan resiliensi, serta membantu narapidana wanita merencanakan masa depan yang lebih baik, termasuk yang dapat meningkatkan peluang mereka untuk kembali ke masyarakat setelah masa tahanannya selesai.

Diakhir Ilmi menjelaskan bahwa “Weaving Bonds of Connection” yang terdiri atas tiga kegiatan inti guna mencapai tujuan program, yakni:

pertama, Trust Yourself. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu narapidana wanita untuk menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan akan dirinya.

Kedua, Resilience Circle, yakni narapidana wanita dilatih untuk mengubah pola pikirnya terhadap permasalahan yang dihadapi, mengidentifikasi penyebab permasalahan serta memberikan solusi dari masalah yang dihadapi, serta meningkatkan resiliensi narapidana wanita.

Ketiga, Wish for Us, yakni melatih nararapidana wanita agar mampu menumbuhkan harapan dan impiannya untuk masa depan, termasuk kehidupan setelah masa pembebasan. Seluruh kegiatan ini bertujuan agar dapat meningkatkan Sense of Belonging serta Resilience narapidana wanita sebagai suatu kemampuan yang dibutuhkan dalam menjalani masa tahanannya serta mempersiapkan diri untuk reintegrasi ke dalam masyarakat nantinya.

Tentu saja kami sangat berharap bahwa gagasan yang kami tawarkan benar-benar bisa bermanfaat untuk mengatasi atas permasalahan yang ada sekarang ini. tutup Ilmi. (**).

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT