MataKita.co, Gorontalo – Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo menggelar Evaluasi Kinerja Petugas Antar Kerja Tingkat Provinsi Gorontalo di Hotel Amaris, Rabu (07/08/2024). Evaluasi ini diikuti oleh 30 petugas antar kerja yang berasal dari Sekolah-sekolah SMK dan Perguruan Tinggi yang ada di Gorontalo dan telah mengikuti Bimtek Petugas Antar Kerja pada bulan Juni lalu.
Evaluasi menunjukkan hasil yang luar biasa. Dari 30 peserta, sebanyak 29 orang meraih nilai yang sangat baik dan 1 orang cukup baik.
Dalam sambutannya, Kadisnaker ESDM dan Transmigrasi Gorontalo Wardoyo Mansur Pongoliu mengucapkan terimakasih atas kontribusi petugas antar kerja yang hingga saat ini aktif terlibat dalam semua kegiatan kita.
“Dan terus berupaya agar tingkat pengangguran meskipun cukup rendah di Sulawesi akan tetapi secara objektif bisa dikatakan angka ini tidak memberikan kepuasan kepada masyarakat dan kita bahwa kita sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Di forum ini juga kita bisa menyatukan presepsi kita dan memberikan masukan bagaimana meyikapi peluang yang ada dalam pasar kerja dan memfasilitasi pencari kerja agar mereka mendapatkan pekerjaan yang layak dan yang diinginkan,” Harapnya.
Salah satu petugas antar kerja yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Widya Rizki Mantau mengatakan di era transformasi digital ini, penguasaan teknologi adalah sebuah keharusan. Dan petugas antar kerja dapat berperan aktif untuk mensasar pasar industti.
“Petugas Antar Kerja berperan sebagai garda terdepan bagi alumni SMK maupun Perguruan Tinggi untuk mengakses informasi pasar kerja. Oleh karena itu, petugas antar kerja harus selangkah lebih maju dari sisi informasi dan pengalaman agar bisa diterukan ke masyarakat yang membutuhkan. Disinilah peran kita sebagai Petugas Antar Kerja sebagai pioneer atau garda terdepan bagi masyarakat untuk mengakses informasi pasar kerja, baik dalam dan luar negeri agar tidak terjebak dengan informasi yang salah dan ujung-ujungnya menjadi korban kejahatan” Jelasnya.
Pada kesempatan itu, Widya juga membahas tentang aplikasi SIAPKerja yang merupakan langkah strategis pemerintah sebagai upaya menekan angka pengangguran. Dengan adanya layanan Skill Hub pada aplikasi SiapKerja akan memberikan link and match antara pelatihan dengan tren dunia industri. Pencari kerja (pencaker) dapat mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, sehingga dapat terserap dunia kerja.
“Aplikasi ini harus dikuasai secara teknis dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta mengedukasi masyarakat agar mereka dapat mengakses informasi pasar kerja dan dapat menyiapkam diri agar terserap dalam dunia industri. Alhamdulillah semua ilmu itu kita peroleh dari bimtek hingga evaluasi yang kita ikuti selama ini dan berharap akan banyak para alumni hingga masyarakat yang dapat terbantu dengan kehadiran kita,” harap Widya.








































