Matakita.co, Morut — Suasana penuh kehangatan dan keakraban menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Morowali Utara, Selasa siang (9/9/2025).
Di tengah kesibukan memimpin pemerintahan, Bupati Delis Julkarson Hehi bersama Wakil Bupati H. Djira K menerima kunjungan istimewa dari kelompok relawan perempuan Srikandi DIA, komunitas yang dikenal totalitas mendukung pasangan Delis–Djira saat Pilkada lalu.
Kehadiran Ketua TP PKK Morowali Utara sekaligus Anggota DPD RI, Febriyanthi Hongkiriwang, menambah suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan itu, tawa dan keharuan berpadu, menghidupkan kembali kenangan perjuangan bersama.
Tradisi Lokal “Modui”: Simbol Rasa Syukur dan Persaudaraan
Momen silaturahmi menjadi semakin bermakna karena diisi dengan tradisi lokal suku Mori, “Modui” — sebuah makan bersama yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan.
Hidangan utama berupa “Dui”, makanan pokok khas Mori berbahan dasar sagu, disajikan dengan lauk ikan dan kuah hangat yang menggugah selera. Bagi masyarakat Morowali Utara, Modui bukan sekadar santapan, melainkan simbol persaudaraan dan penghormatan kepada perjuangan bersama.
“Atas nama pasangan Delis–Djira, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas doa dan dukungan yang terus mengalir hingga saat ini,” ujar Bupati Delis Julkarson Hehi dengan nada penuh haru.
Ia menegaskan, dukungan tanpa pamrih dari Srikandi DIA adalah salah satu pilar yang menguatkan mereka dalam menjalankan amanah rakyat. Delis juga mengajak seluruh anggota Srikandi DIA untuk terus aktif mengawal jalannya pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
“Dukungan ibu-ibu adalah energi bagi kami. Mari bersama-sama memastikan setiap kebijakan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat Morowali Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tutupnya.
Makna Kebersamaan yang Tak Lekang oleh Waktu
Pertemuan ini bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga refleksi atas nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan yang menjadi fondasi kepemimpinan.
Melalui “Modui”, para pemimpin dan masyarakat kembali diingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal kebijakan, melainkan tentang hati dan rasa saling menghargai.
Silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang humanis tetap tumbuh dari kedekatan dan empati. Hubungan antara pemimpin dan rakyat pun terus terjaga dalam semangat saling menghormati dan saling mendukung demi Morowali Utara yang lebih maju dan berkeadilan.








































