Matakita.co, Makassar — Universitas Fajar (UNIFA) resmi meluncurkan Program Studi (Prodi) S1 Pariwisata sebagai langkah strategis menjawab transformasi industri pariwisata yang kini semakin bertumpu pada ekosistem digital.
Peresmian prodi tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari LLDIKTI Wilayah IX dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Ballroom Edelweiss UNIFA, Makassar, Senin (16/3/2026).
Cetak Pencipta Peluang, Bukan Sekadar Pekerja
Rektor UNIFA, Muliyadi Hamid, menegaskan bahwa kehadiran Prodi S1 Pariwisata tidak hanya berorientasi pada pembelajaran teknis, tetapi juga membentuk lulusan yang mampu menciptakan peluang baru di sektor pariwisata.
“Kita berharap program studi ini melahirkan kader yang mampu mengembangkan potensi pariwisata di masa depan. UNIFA ingin menciptakan sarjana yang bukan hanya mempelajari pariwisata, tapi juga mampu menghadirkan objek wisata baru yang sebelumnya belum ada,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan lanskap industri pariwisata menuntut sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan mampu membaca peluang di tengah perkembangan teknologi.
Dorong Narasi Lokal ke Panggung Global
Ketua Prodi S1 Pariwisata UNIFA, Nasrullah, menjelaskan bahwa kurikulum dirancang untuk mengintegrasikan aspek budaya lokal dengan teknologi digital.
“Fokus kami adalah sinergi antara budaya lokal dan pariwisata digital untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Kami ingin lulusan mampu ‘menjual’ narasi budaya lokal ke panggung global melalui teknologi,” tuturnya.
Ia menambahkan, pendekatan ini penting untuk memastikan pariwisata Indonesia tetap memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.
Padukan Riset, Digital, dan Storytelling
Berbeda dari pendekatan vokasional pada umumnya, Prodi S1 Pariwisata UNIFA mengusung pendekatan akademik-kritis yang menggabungkan riset dan praktik digital.
Beberapa keunggulan program ini meliputi:
- Diferensiasi digital, mengintegrasikan riset tata kelola pariwisata dengan keterampilan konten digital
- Penguatan storytelling, menggali nilai filosofis lokal menjadi produk wisata yang kompetitif
- Inovasi destinasi, mendorong mahasiswa merancang konsep wisata baru berbasis potensi daerah
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, turut mengapresiasi langkah UNIFA dalam menghadirkan program studi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Ia berharap kehadiran prodi ini mampu melahirkan wirausahawan muda di sektor pariwisata dan kuliner berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di tingkat global.








































