MataKita.co, Pangkep – Prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Acara ini menjadi momen peralihan kepemimpinan dari Irphan Dwi Sandjojo kepada Rachmat Efendy. Senin, (20/4/2026).
Usai pelaksanaan kegiatan, kedua pejabat menyampaikan pesan, harapan, serta komitmen masing-masing terkait pengelolaan lembaga pemasyarakatan tersebut ke depannya.
Mantan Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo, mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers yang selama ini telah bersinergi dan bekerja sama dengan baik. Ia berharap hubungan harmonis tersebut dapat terus terjalin di bawah kepemimpinan yang baru.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media Pangkep atas sinergitas yang telah terjalin. Mudah-mudahan hal ini bisa dilanjutkan dengan Pak Karutan yang baru. Media dan Rutan tidak bisa terpisahkan, karena media memiliki fungsi kontrol, sementara kami memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Irphan.
Tak hanya kepada awak media, Irphan juga menitipkan pesan kepada seluruh warga binaan. Ia menekankan agar para tahanan memanfaatkan masa pidana dengan sebaik-baiknya melalui berbagai program pembinaan yang tersedia.
“Kepada warga binaan, patuhi tata tertib dan ikuti program pembinaan. Gunakan masa pidana ini untuk menempa diri agar saat kembali ke masyarakat bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” pesannya.
Selama bertugas di Pangkep, Irphan mengaku sangat terkesan dengan potensi daerah yang dinilainya sangat lengkap, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan. Usai mengakhiri tugasnya di sini, Irphan akan melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Pacitan, Jawa Timur.
Di sisi lain, Kepala Rutan Pangkep yang baru, Rachmat Efendy, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan estafet kinerja dan sinergi yang telah dibangun dengan baik, khususnya dengan media sebagai mitra strategis.
“Media adalah rekan kerja kami. Terkait Rutan, aturan bagi warga binaan dan pemenuhan hak-haknya akan tetap menjadi perhatian utama,” katanya tegas.
Rachmat, yang merupakan putra asli Makassar, sebelumnya dikenal pernah mengemban tugas di wilayah Toraja selama hampir tiga tahun. Dalam menghadapi tantangan baru di Pangkep, ia mengaku akan mengambil langkah hati-hati.
“Saya akan melihat kondisi, mengenal lingkungan, petugas, dan warga binaan terlebih dahulu. Setelah itu, baru langkah-langkah ke depan akan kami sampaikan dan realisasikan,” tutup Rachmat.







































