Matakita.co, Makassar — Di ruang keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu, 3 Mei 2026, suasana tak sekadar dipenuhi langkah dan lambaian tangan. Ia menjelma menjadi satu makna yang dalam: bapisah bukannyo bacarai—berpisah bukan berarti tercerai, melainkan berpindah ruang dalam ikatan yang tetap utuh.
Keluarga besar Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) mengantar salah satu putra terbaik Minangkabau, Ricky Satria, yang juga dikenal sebagai sosok di balik lahirnya sistem pembayaran QRIS yang kini digunakan secara luas di Indonesia. Dalam kiprahnya, beliau menjabat sebagai Komite Audit & Keuangan IKASMIN-SS sekaligus Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, sebelum kini dipercaya mengemban amanah baru dengan jenjang yang lebih tinggi di Jakarta.
Momen pengantaran ini menjadi simbol kehormatan sekaligus kebanggaan bersama. Hadir dalam suasana penuh makna tersebut Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, Kol. Inf. Indra Kurnia, S.Sos., M.Si beserta istri; Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam; Bendahara IKASMIN-SS, Hendri Sutan Pado beserta istri; serta Ketua Umum IKM Sapayuang, Ir. H. Akmal Musthafa beserta istri, yang menegaskan posisi IKM Sapayuang sebagai organisasi induk yang senantiasa mengayomi dan memperkuat langkah IKASMIN-SS.
Pengantaran ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan refleksi nilai yang hidup dalam tubuh IKASMIN-SS—tentang persaudaraan yang melampaui jarak, dan kebersamaan yang tidak lekang oleh waktu. Dalam setiap langkah yang diiringi, terselip doa dan harapan agar pengabdian yang ditorehkan di tempat baru semakin luas dan bermakna.
Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, menyampaikan refleksi yang merangkum esensi peristiwa tersebut:
“Ini bukan tentang melepas, tetapi menguatkan. Bapisah bukannyo bacarai—langkah beliau ke Jakarta adalah perluasan pengabdian sekaligus penegasan kepercayaan atas kapasitasnya. IKASMIN-SS tidak kehilangan, justru memperluas jejaknya melalui sosok yang kami banggakan.”
Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, Kol. Inf. Indra Kurnia, S.Sos., M.Si, yang juga merupakan teman kecil Ricky Satria, turut menyampaikan kesan personal yang sarat makna:
“Sejak kecil kami tumbuh bersama, dan saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau ditempa oleh proses, disiplin, dan integritas. Hari ini bukan hanya tentang pelepasan, tetapi tentang kebanggaan—melihat sahabat masa kecil melangkah lebih tinggi membawa nama baik kita semua.”
Dukungan juga mengalir dari luar daerah. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Ferrytass, Dt. Toembidjo, yang juga merupakan salah satu Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, secara khusus menyampaikan pesan melalui WhatsApp:
“Selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban. Ini adalah buah dari kerja keras dan integritas yang terjaga. Teruslah membawa nilai-nilai kebaikan, di mana pun berada, dan tetaplah menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Minangkabau.”
Sementara itu, Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, yang masih dalam masa pemulihan pasca operasi dan belum dapat hadir secara langsung, turut menitipkan pesan yang sarat ketulusan:
“Walau raga belum dapat membersamai, doa tetap mengiringi. Semoga amanah yang lebih tinggi ini membawa keberkahan, dan ikatan kita tetap utuh dalam nilai—karena sejatinya, bapisah bukannyo bacarai.”
Terhitung mulai Senin mendatang, Ricky Satria resmi berkantor di Jakarta dengan tanggung jawab yang lebih besar. Namun bagi keluarga besar IKASMIN-SS, kepergian ini bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan awal dari babak baru—melangkah di ruang yang berbeda, namun tetap berpijak pada akar nilai yang sama, membawa nama baik Minangkabau dan IKASMIN-SS ke panggung yang lebih luas.







































