Beranda Kampus BMKF SINAPSIS FIKK UNM Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Baruga Kesehatan Ibu dan...

BMKF SINAPSIS FIKK UNM Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Baruga Kesehatan Ibu dan Anak di Beroanging

0

MataKita.co, Jeneponto  – Tim Pelaksana PPK Ormawa BMKF SINAPSIS Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Baruga Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Jumat (10/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola asuh, tumbuh kembang anak, serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan stunting.

Kegiatan dihadiri Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur, S.H., Kepala Puskesmas Barana Nani Sumariyanti, S.Kep., Ns., Ketua TP PKK Desa Beroanging, kader kesehatan, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan yang menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat PPK Ormawa BMKF SINAPSIS FIKK UNM.

Kepala Desa Beroanging, Nurdin Nur, mengapresiasi inisiatif mahasiswa BMKF SINAPSIS FIKK UNM yang menghadirkan program edukasi kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, pengetahuan mengenai pola pengasuhan dan gizi merupakan investasi penting dalam mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Edukasi mengenai pola asuh, tumbuh kembang anak, dan gizi seimbang merupakan bekal penting bagi para orang tua dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Pemerintah Desa Beroanging siap mendukung seluruh rangkaian program yang dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pelaksana PPK Ormawa BMKF SINAPSIS FIKK UNM memberikan edukasi mengenai pola asuh yang tepat, stimulasi tumbuh kembang anak sesuai usia, serta pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita. Edukasi juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Kepala Puskesmas Barana, Nani Sumariyanti, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi sejak kehamilan menjadi fondasi utama dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pemenuhan gizi ibu hamil tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan ibu, tetapi juga menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin. Setelah anak lahir, pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin menjadi langkah penting untuk memastikan anak tumbuh optimal,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga, bukan hanya tenaga kesehatan.

“Pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran keluarga, terutama ibu dan ayah, sangat penting dalam menyediakan makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Melalui Baruga Kesehatan Ibu dan Anak, PPK Ormawa BMKF SINAPSIS FIKK UNM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat di tingkat keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Desa Beroanging melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Facebook Comments Box