Matakita.co, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan enam program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat dan inovasi lingkungan dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (17/7/2026).
Seminar tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan KKN sekaligus forum koordinasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menyelaraskan pelaksanaan program yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama warga selama sekitar sepekan.
Kegiatan dihadiri Camat Panca Lautang Muhammad Basri R., S.Pi., M.Si., Lurah Wette’e Hastina, S.Sos., perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Lurah Wette’e Hastina menyampaikan apresiasi atas program-program yang dirancang mahasiswa karena dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah.
“Pemerintah kelurahan dan pemerintah kecamatan sangat mendukung program kerja adik-adik KKN dalam mengembangkan potensi yang ada di Kelurahan Wette’e. Kami berharap inovasi yang dihadirkan dapat diterapkan oleh masyarakat dan mampu menjadi program yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Koordinator Kelurahan KKN Wette’e, Ibrahim M., menjelaskan bahwa selama masa pengabdian mahasiswa akan melaksanakan enam program yang terdiri atas satu program kelompok dan lima program individu. Seluruh program diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Program-program tersebut meliputi digitalisasi transaksi UMKM melalui penerapan QRIS bagi pedagang kecil, pemanfaatan eceng gondok menjadi ecobriket sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan, budidaya maggot (Black Soldier Fly) untuk mengolah limbah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak, edukasi pencegahan perundungan melalui pendekatan hukum dan perlindungan anak, peningkatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, serta penyediaan tempat sampah organik dan anorganik guna mendukung pengelolaan sampah berbasis pemilahan.
Menurut Ibrahim, seluruh program merupakan hasil pemetaan kondisi lapangan yang dilakukan bersama masyarakat sehingga diharapkan mampu menjawab persoalan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.
“Seminar rancangan program kerja ini merupakan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat selama kurang lebih tujuh hari. Kami berharap seluruh program yang telah dirancang mendapat dukungan dari pemerintah maupun masyarakat sehingga dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Kelurahan Wette’e,” katanya.
Selama seminar berlangsung, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan tokoh masyarakat turut memberikan berbagai masukan terhadap rencana kegiatan. Saran tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum seluruh program diimplementasikan di lapangan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat pemberdayaan warga dan mendorong pengembangan potensi Kelurahan Wette’e secara berkelanjutan.








































