Beranda Berita Pernyataan Kades Hungayonaa Soal ABS Tuai Kecaman IKA-KPMM

Pernyataan Kades Hungayonaa Soal ABS Tuai Kecaman IKA-KPMM

0

Matakita.co (Boalemo) – Pernyataan Kepala Desa Hungayonaa Mohamad Wisnu Sau, yang mengartikan kalimat Asal Bapak Senang (ABS) dalam pidato Bupati boalemo Darwis Moridu yang dialamatkan kepada Kepala Dinas Sosial dan PMD Boalemo menuai kecaman dari Ikatan Alumni Komunitas Pelajar Mahasiswa Mananggu (IKA-KPMM).

Kepada Matakita.co, Presidium IKA-KPMM Rein Tulen mengatakan, pernyataan yang dilontarkan oleh Kades Hungayonaa adalah perlakuan yang tidak mencerminkan sebagai pemimpin masyarakat. Pernyataan tersebut bukan saja melukai perasaan dari ibu Kadis sosial dan PMD tetapi juga melukai seluruh masyarakat Boalemo.

“Karena biar bagaimanapun juga, Dinas Sosial dan PMD yang di nahkodai oleh ibu Ulkia Kiu ini sangat bersentuhan langsung dengan seluruh kepala desa yang ada dikaupaten Boalemo. Berkat kerja dan penanganan cepat beliau dalam merespon kebutuhan masyarakat, yang tentunya juga menjadi arahan dari bapak Bupati, maka seluruh desa bisa mengelola sumber daya yang ada di desanya masing-masing sesuai dengan mekanisme yang ada.” Ujar Rein

Rein juga menekankan, seharusnya Kades Wisnu harus banyak berterima kasih kepada ibu kadis, terlepas dari tupoksinya ia juga telah banyak menguras tenaga dan pikirannya untuk desa dan masyarakat agar lebih baik kedepannya.

“Tidak demikian dengan saudara Wisnu Sau, ia justru menciptakan kegaduhan dikalangan masyarakat. Pada saat seluruh elemen yang ada di Kabupaten Boalemo terkonsentrasi dalam menangani penyebaran virus COVID 19, dirinya secara gamblang mengartikan bahwa yang di maksud Asal Bapak Senang dalam isi pidato Bupati Boalemo itu adalah Kadis Sosial dan PMD Kabupaten Boalemo, sehingganya dalam benak kami bertanya-tanya syahwat apa yang melatarbelakangi beliau dalam memberikan pernyataan tersebut.” Tuturnya

Seharusnya kepala desa yang bisa di bilang sebagai olongia (Maha Raja) di Desanya harus mampu menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat serta lebih beradab (debo potoloadabu) apalagi kepada yang lebih tua (totahehula-hulanga) kalau tidak ia akan tertimpa bencana/malapateka (odungga lo bito).

“Kepala Desa harus berhati hati dalam mengeluarkan setiap kata dan pernyataan dimanapun dia berada. Karena pemimpin itu adalah cerminan rakyat.” Jelas Rein

Tidak hanya itu, Rein yang mewakili IKA-KPMM juga mendesak Kepala Desa Hungayonaa untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi kepada seluruh masyarakat Boalemo terkait pernyataannya.

“Kami selaku IKA KPMM mendesak kepada saudara Mohammad Wisnu Sau untuk mengklarifikasi secara terbuka pernyataannya dalam media lokal memoza beberapa hari yang lalu, serta melakukan permohonan maaf secara terbuka pula kepada Ibu Kadis Sosial dan PMD Kab. Boalemo.” Tutupnya

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT