MataKita.co, Gorontalo -Workshop Pelatihan Tutor dan Instruktur Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO),
dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan tenaga dosen di Lingkungan Fakultas Kedokteran untuk menjadi tutor dan instruktur dalam pemberian keterampilan klinis bagi mahasiswa Kedokteran. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2024 di Ruang Meeting Hulanthalo, Grand Q Hotel Gorontalo.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II UMGO, Dr. Salahudin Pakaya, dan didampingi oleh Dekan FKIK, Dr. Zuriati Muhamad. Workshop ini dikuti oleh seluruh Dosen di Lingkungan Fakultas Kedokteran. Adapun narasumber dari Workshop ini adalah dr. Sri Asriyani, Sp. Rad., M. Med., Ed., dan dr. Khaeriah Amru, MHPE., dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Dekan FKIK, Dr Zuriati dalam pengantarnya mengatakan workshop kali ini digelar dalam rangka persiapan semester 2, kemarin ada 15 orang dosen Kedokteran telah melaksanakan kunjungan di Unhas untuk memperdalam ilmu terutama dalam persiapan perkuliahan semster 2 dan hari ini adalah lanjutannya untuk pelatihan tutor.
“Mohon diikuti dengan baik workshop ini hingga selesai kami, karena narasumber jauh-jauh datang dari Unhas jadi mohon dimanfaatkan sebaik mungkin. Kepada Dr Has terima kasih terus mendampingi kami sebagai prodi baru, mohon kerjasama ini terus belaniut dan kami terus didampngi sampai bisa mandiri. Saat ini kami jug tengah bersiap untuk akreditasi Rs Pendidikan sebagai mitra kami dan segera akan dibentuk Tim task force dimana target kami satu tahun sebelum ada mahasiwa profesi kita berpacu untuk itu, mohon bantuannya karena kami masih baru perli dibina dan disuport penuh oleh pimpinan UMGO. Workshop seperti ini hampir setiap bulan kita laksanakan untuk mrningkatkan kualitas Kedokteran UMGO,” Jelasnya.
Kemudian, WR 2 UMGO Dr Salahudin nengatakan kegiatan seperti ini gun mempercepat kemandirian dokter-dokter Kedokteran UMGO.
“Untuk mandiri memerlukan sekian tahun tetapi kalau effort kita bisa dimaksimalkan satu kali meluluskan mahasiwa Kedokteran kita bisa mandiri. Saat ini kita masih konsen pada Kedokteran terutama Gedung di depan kampus spesial Kedokteran dan akan ada klinik danhampir semua pelayanan berkaitan dengan Kedokteran itu berada di lantai 1 dan ruang kuliah di lantai 2 kita usahakan tahun ini bisa digunakan sehingga ketika menerima angkatan ke 2 mahasiwa Kedokteran bisa runing di Gedung baru Yang penting dalam pertemuan ini keseriusan dari teman-teman dosen meskipun kami tau ada kesibukan lain kami berupaya RS Muhammadiyah menjadi pilihan untuk dokter kita mengambil SIP, selamat berwoskhop semoga kegiatan ini semakin membawa kemajuan bagi UMGO,” Harapnya.
Terakhir, dr. Sri Asriyani, mewakili Tim pendamping Unhas menganggap UMGO sebagai rumah ke dua sehingga ketika diminta datang ia langsung mengiyakan.
“Karena saya senang sekali kesini, khusus untuk umgo namanya FK baru usianya bru 8 bulan saya menganalogikan sebagai orang yang masih bayi, makan belum tau makan apa dan harus rutin, di usia awal ada banyak menu yang harus kita sediakan, pelatihan seperti ini tidak akan habis sampai 5 tahun sampai meluluskan dokter kemudian untuk profesi sudah harus disiapkan dari sekarang. Pesan saya kepada dosen FK tugas kita adalah dokter jadi kita harus bisa membagi, dokter yang dosen adalah pembuka jalan tol amal jariyah, menjadi dokter itu beramal dan menjadi dosen membuka amal jariyah namun hati-hati jika niat kita tidak baik bahaya jadi jalankan ke dua profesi ini dengan ikhlas dan profesional,” Tutupnya.








































