Matakita.co, Malili- Kegiatan penyuluhan yang diinisiasi oleh Kementerian dalam rangka pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) KHDTK Malili resmi dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, mulai pukul 08.00 WITA. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan antusiasme dari para peserta yang terdiri dari penyuluh, masyarakat setempat, serta calon anggota kelompok tani hutan.
Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Hasanuddin yang turut ambil bagian secara aktif. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung di lapangan.
Dalam penyuluhan tersebut, para penyuluh memberikan pemahaman terkait pentingnya pembentukan KTH sebagai wadah pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan partisipatif. KTH dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan, khususnya di wilayah Malili.
Salah satu penyuluh, Leni Marlina, menekankan pentingnya pendekatan berbasis kondisi sosial masyarakat sebelum pembentukan kelompok. “Kami harus memahami dulu kondisi masyarakat sebelum membentuk kelompok, supaya program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Senada dengan itu, salah satu warga yang hadir juga menyambut positif rencana pembentukan KTH. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan kelompok tani hutan dapat membantu masyarakat lebih terarah dalam mengelola potensi hutan serta membuka peluang peningkatan pendapatan.
Selain itu, Rini Purwanti selaku penanggung jawab turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kesamaan visi dalam pengelolaan sumber daya hutan. “Dengan adanya kelompok tani hutan, kita memiliki satu kesamaan dalam mengelola potensi yang ada di sekitar Puncak Indah agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat”.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi hingga diskusi interaktif yang membahas potensi dan tantangan dalam pengelolaan hutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan akademisi.
Melalui pembentukan KTH di KHDTK Malili, diharapkan masyarakat dapat semakin mandiri dalam mengelola sumber daya hutan secara bijak, meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya semangat kolaborasi untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang lebih baik. (**)









































