MataKita.co, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat agenda hilirisasi hasil penelitian dengan membentuk Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, unit baru yang secara khusus bertugas mengakselerasi pengembangan inovasi, komersialisasi hasil riset, serta penguatan tata kelola usaha institusi.
Jabatan tersebut diemban Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., yang dilantik dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat di lingkungan Universitas Hasanuddin di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Tamalanrea, Selasa (7/7/2026).
Pembentukan bidang baru ini menjadi bagian dari strategi transformasi Unhas pada periode kedua kepemimpinan rektor. Melalui struktur organisasi yang lebih fokus, universitas berupaya mempercepat proses hilirisasi agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi inovasi yang dimanfaatkan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Sebelum menjabat sebagai wakil rektor, Prof. Amir mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi Sekolah Pascasarjana Unhas. Pengalaman membangun jejaring kemitraan dan mengembangkan inovasi dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem hilirisasi di lingkungan universitas.
Menurut Prof. Amir, tantangan terbesar perguruan tinggi saat ini bukan lagi menghasilkan riset semata, melainkan memastikan hasil penelitian dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di dunia industri.
“Banyak karya dan hasil penelitian Unhas yang sangat potensial, namun belum berhasil masuk ke pasar. Di sinilah tantangan sekaligus tugas besar kami untuk membangun jembatan antara laboratorium dengan dunia industri dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bidang yang dipimpinnya akan mengembangkan ekosistem hilirisasi secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi hasil riset, perlindungan kekayaan intelektual, penyusunan model bisnis, inkubasi inovasi, hingga membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing inovasi Unhas sekaligus memperkuat kemandirian institusi melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Prof. Amir mengakui sejumlah perguruan tinggi telah lebih dahulu memiliki sistem hilirisasi yang mapan. Namun, ia optimistis Unhas memiliki modal besar untuk berkembang berkat kekuatan riset, kualitas sumber daya manusia, serta komitmen pimpinan universitas dalam mendorong transformasi inovasi.
“Kami menyadari tantangan ini tidak ringan karena banyak perguruan tinggi yang telah lebih berpengalaman. Namun, dengan kolaborasi seluruh sivitas akademika, saya yakin Unhas mampu menghadirkan inovasi yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dengan hadirnya Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, Unhas berharap mampu mempercepat lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi melalui kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.








































