MataKita.co, Makassar – KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/7) ini terselenggara bekerja sama dengan UKK KSR-PMI Unit 107 UIN Alauddin Makassar dan mendapat sambutan antusias dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan atau skrining untuk memastikan setiap calon pendonor memenuhi persyaratan medis sebelum melakukan donor darah. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dengan pendampingan tenaga medis dan relawan dari UKK KSR-PMI Unit 107 UIN Alauddin Makassar.
Direktur Eksekutif KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar, Ryaas Syahputra Marsuki, mengatakan aksi donor darah merupakan implementasi nilai kepedulian, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari semangat organisasi.
Menurut dia, kegiatan sosial tersebut juga mencerminkan nilai-nilai ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga mendorong lahirnya kepedulian terhadap sesama melalui aksi nyata.
“Kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai solidaritas dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi budaya di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Ryaas juga menyampaikan apresiasi kepada UKK KSR-PMI Unit 107 UIN Alauddin Makassar yang telah menjadi mitra pelaksana sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi kedua organisasi tersebut dinilai menjadi contoh sinergi antarlembaga kemahasiswaan dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran akan pentingnya donor darah secara rutin.
Melalui aksi tersebut, KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar berharap semakin banyak civitas akademika dan masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Bagi organisasi, setetes darah yang didonorkan bukan hanya menjadi bantuan bagi pasien yang membutuhkan, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat berbagi yang mampu mempererat solidaritas sosial.








































