MataKita.co, Makassar — Universitas Negeri Makassar (UNM) memasuki babak baru dalam pengelolaan akademik. Untuk pertama kalinya, penerimaan mahasiswa baru dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3) dilaksanakan secara terintegrasi di tingkat universitas.
Perubahan tersebut menjadi salah satu terobosan akademik yang diperkenalkan Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., dalam momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Pascasarjana UNM Tahun Akademik 2026/2027 di Ballroom Theater Menara Pinisi UNM, Makassar, Kamis (13/8/2026).
Momentum PKKMB Pascasarjana tahun ini menjadi istimewa. Selain menjadi pintu masuk bagi mahasiswa magister dan doktor mengenal lingkungan akademik UNM, kegiatan tersebut menandai perubahan tata kelola penerimaan mahasiswa yang kini mengintegrasikan jenjang S1, S2, hingga S3 dalam satu sistem universitas.
Prof. Andi Aslinda mengatakan, integrasi tersebut merupakan langkah UNM membangun tata kelola penerimaan mahasiswa yang lebih sistematis, tertib, transparan, dan terintegrasi.
“Tahun ini untuk pertama kalinya penerimaan mahasiswa baru di UNM Makassar dilaksanakan secara terintegrasi di tingkat universitas, yang mencakup penerimaan mahasiswa baru jenjang S1, S2, dan S3,” kata Prof. Aslinda.
Guru Besar Administrasi Publik UNM itu menjelaskan, perubahan tersebut tidak sebatas menyatukan proses penerimaan mahasiswa. Integrasi menjadi bagian dari transformasi akademik yang sedang dibangun UNM untuk menciptakan kesinambungan pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktor.
Langkah itu juga sejalan dengan sejumlah inovasi akademik yang mulai dikembangkan UNM. Salah satunya melalui program fast track yang membuka peluang bagi mahasiswa berprestasi untuk mempercepat perjalanan akademiknya dari jenjang sarjana menuju magister.
Bagi Prof. Aslinda, pembenahan sistem akademik menjadi penting karena perubahan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan tinggi menuntut universitas lebih adaptif. Sistem akademik tidak hanya harus memberikan kepastian layanan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitasnya secara lebih cepat.
Pada penerimaan tahun akademik 2026/2027, sebanyak 1.141 mahasiswa baru Pascasarjana UNM memulai perjalanan akademiknya. Mereka terdiri atas 930 mahasiswa program magister (S2) dan 211 mahasiswa program doktor (S3) yang tersebar di berbagai fakultas dan unit pengelola Pascasarjana.
Prof. Aslinda menjelaskan, penerimaan mahasiswa Pascasarjana tahun ini dilaksanakan pada sembilan fakultas melalui lima gelombang.
Pada gelombang pertama, UNM menerima 233 mahasiswa, kemudian 289 mahasiswa pada gelombang kedua, 464 mahasiswa pada gelombang ketiga, dan 109 mahasiswa pada gelombang keempat. Gelombang kelima juga dibuka khusus untuk program studi baru Matematika Terapan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Pelaksanaan PKKMB Pascasarjana sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem pendidikan, regulasi akademik, budaya kampus, hingga layanan yang tersedia selama menjalani pendidikan di UNM.
Kegiatan tersebut dibuka Plt. Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, Ketua Senat, Ketua Majelis Profesor, para dekan, wakil dekan bidang akademik, serta ketua program studi.
Bagi UNM, penerimaan mahasiswa secara terintegrasi menjadi fondasi untuk membangun sistem pendidikan yang semakin terkoneksi ant jenjang. Sementara bagi Prof. Andi Aslinda, momentum tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi akademik yang diarahkan pada pelayanan pendidikan yang lebih efektif sekaligus memperkuat kualitas lulusan.
Transformasi itu menempatkan mahasiswa bukan sekadar sebagai peserta pendidikan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem akademik yang dapat melanjutkan pengembangan kompetensinya secara berkesinambungan, mulai dari sarjana, magister, hingga doktoral.
PKKMB Pascasarjana 2026 pun menjadi penanda dimulainya model pengelolaan akademik baru di UNM, dengan integrasi penerimaan mahasiswa dan penguatan jalur pendidikan berkelanjutan sebagai salah satu fondasinya.








































