Home Mimbar Ide Keberagaman, Kekayaan alam dan Pudarnya Identitas Nasional

Keberagaman, Kekayaan alam dan Pudarnya Identitas Nasional

1074
0
SHARE
ilustrasi

Oleh : Andi Ratna Dewi Sari

Identitas nasional adalah jati diri suatu bangsa. Dimana identitas ini menjadi pembeda dengan bangsa lainnya. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, ras dan agama tentunya menjadikan kekayaan tersendiri bagi identitas nasional kita. Identitas nasional kita ada yang murni berasal dari kekayaan tradisi indonesia asli, dan ada pula serapan dari negara lain (konvensional).

Selain keragaman tradisi dan suku bangsa, tentunya Indonesia harus memiliki identitas sebagai penghasil sumber daya alam yang terbilang cukup melimpah. Namun fakta yang terlihat saat ini, penguatan pengelolaan sumber daya alam bangsa ini masih menjadi sebuah ekspektasi belaka tanpa realitas.

Dalam sebuah studi tatanegara, setidaknya suatu Negara terdiri dari sedikitnya sekitar ada 4 unsur utama yang menjadi identitas dari Negara itu sendiri yakni : unsur suku bangsa, agama, kebudayaan serta bahasa. Negara Indonesia yang terdiri dari kurang lebih 17.521 pulau, dengan berbagai suku bangsa, bahasa, adat istiadat, kebudayaan serta agama menjadikan Indonesia sebagai suatu Negara yang cukup unik jika dibandingkan dengan Negara lainnya.

Berbicara mengenai identitas nasional, maka secara harfiah Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki ragam identitas yang khas dari Negara lainnya. Dapat diperkirakan bahwa Indonesia memiliki sedikitnya sekitar 714 suku dan memiliki lebih dari 1.100 bahasa daerah, ( Kompas,25/3/2017) yang mampu membedakannya dengan Negara lainnya. Namun kita masih cenderung menjadi penjiplak dari tradisi negara lain. sebut saja kita lebih bangga makan di tempat makanan cepat saji sekelas KFC, menonton film korea dan sebagainya.

Terlepas dari hal tersebut, Indonesia juga tidak kalah dalam hal sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan alam kita berasal dari berbagai sektor muali dari pertanian, perikanan, pertambangan, peternakan dan sumber daya alam lainnya. Semestinya mampu menjadi identitas bangsa sebagai negara pengelola sumber daya alam yang melimpah.

Ternyata dibalik sebuah kekayaan sumber daya alam melimpah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, tersirat rahasia tersendiri mengenai manajemen sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Berdasar pada data kependudukan tahun 2017 lalu, Indonesia memiliki sebanyak kurang lebih 260 juta jiwa penduduk yang tersebar di berbagai pulau. Dengan data mengenai jumlah penduduk tersebut maka dapat ditarik sebuah argument objektif bahwa Indonesia juga seharusnya terkenal memiliki sumber daya manusia yang sangat banyak untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri tanpa harus diambil alih oleh warga asing. Indonesia yang dikenal sebagai suatu Negara dengan penduduk yang sangat padat, ternyata memiliki sumber daya manusia yang sangat minim.

Entah hanya sebuah argumentasi atau ekspektasi belaka, bahwa keberhasilan suatu Negara dalam mengelola sumber daya alam yang dimilikinya terletak dalam genggaman pemegang sumber daya manusianya. Bukankah, akan terasa sangat miris jika kekayaan sumbr daya alam tidak mampu tereksploirasi diakibatkan karena kurangnya ketersediaan sumber daya manusia dalam Negara yang berpenduduk padat? Bagaimana Indonesia mampu mencetak sebuah identitas terbarukan dalam bidang kekayaan sumber daya alam jika SDMnya sendiri sangatlah minim bahkan dibawah rata-rata? Jika berkiblat kepada Negara-negara lain diluar sana, yang bahkan tidak memiliki SDA melimpah layaknya Indonesia, tetapi mampu membuktikan atau memperbarui identitas negaranya dengan segala keterbatasannya. Sungguh sangatlah bertolak belakang dengan permasalahan identitas nasional Indonesia yang seakan berjalan ditempat.

Berdasarkan pada analisis data tentang factor – factor penyebab kurangnya sumber daya manusia di Indonesia, diperoleh hasil bahwa penyebab utama minimnya SDM di Indonesia adalah pendidikan dan kesehatan. Persebaran mengenai tingkat pendidikan Indonesia terbilang belum merata. Hal tersebut dikarenakan biaya yang harus dipakai untuk kelanjutan pendidikan bagi anak-anak dapat dikatakan cukup mahal sehingga hanya kalangan masyarakat tertentu yang mampu dari segi ekonomi untuk melanjutkan pendidikannya. Disamping faktor pendidikan, factor kesehatan juga merupakan variable penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Seperti yang tampak pada kondisi kesehatan di Indonesia yang juga terhitung sangat minim karena kendala biaya yang sangat mahal bagi masyarakat yang kekurangan dalam hal ekonomi.

Jika ditinjau dari segi faktor-faktor tersebut maka tanpa disadari pemerintah tentunya juga mengambil peranan penting dalam perwujudan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia guna untuk menciptakan identitas nasional terbarukan yang berbasis kepada produksi limpahan sumberdaya alam.

Berdasarkan dari permasalahan-permasalahan tersebut. Dibutuhkan sebuah solusi yang dapat mencetak kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri. dimana sumber daya manusia yang mampu membuat terobosan baru bagi Negara indonesia. Hal ini untuk menciptakan identitas nasionalnya sebafai negara sejahterah. Kunci utama yang perlu di dorong adalah peningkatan kualitas pendidikan tanpa biaya. Sehingga generasi muda kita mampu menikmati pendidikan tanpa meresahkan bagi para generasi indnesia.

*) Penulis adalah mahasiswa Universitas Hasanuddin

Facebook Comments