Home Lensa Lawan Lingkaran 3E, Pemuda Moncongloe Gelar Dialog Literasi

Lawan Lingkaran 3E, Pemuda Moncongloe Gelar Dialog Literasi

80
0
SHARE

MataKita.co, Makassar – Komunitas pemuda di Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros mengadakan dialog literasi. Kegiatan yang mengangkat tema ” Literasi dan pemuda di era millenial” ini diadakan di Warkop Platinum, Bontobunga Kabupaten Maros (19/1/2019l

Dialog literasi ini menghadirkn dua narasumber yakni Rizal Pauzi penulis predator demonstran seklaigus penggagas gerakan #MarosKotaLiterasi dan I makkacici penulis buku kata rasa.

Haeran, salah satu pemuda yang menggagas kegiatan dialog ini kepada MataKita.co mengatakan bahwa alasan pemuda berinisatif melakukan gerakan literasi karena berangkat dari keresahannya melihat generasi saat ini yang mulai masuk pada lingkaran 3E (Ekonomi, Elektronik dan Eror)

“Selain itu, sebuah keniscayaan bahwa kita tidak bisa lepas dari 3E itu, tetapi sebisa mungkin generasi saat ini sedikit tau tentang apa yang musti dilakukan di zaman saat. Bukan hanya sekedar datang ke warkop dan menghabiskan uang (Ekonomi) untuk bermain game online semata (Elektronik) yang bisa mengakibatkan akalnya tumpul (Eror)” Jelas Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maros ini.

Selanjutnya, Haeran berharap dengan adanya dialog literasi yang telah dilakukan dapat menjadi acuan untuk melakukan restorasi khususnya dikalangan pemuda Moncongloe.

Sementara itu, Rizal Pauzi dalam pemaparannya mengatakan bahwa literasi yang dipahami masyarakat yang sekedar membaca dan menulis harus ditingkatkan levelnya. literasi yang kita pahami harus lebih tinggi levelnya. Kita sudah harus mulai membincang bagaimana literasi dibidang kesehatan, literasi di bidang ekonomi, literasi di bidang sosial, literasi dibidang sejarah dan sejenisnya.

“Kita harus memperjuangkan kebijakan terkait literasi. kita sudah dua tahun mendorong rancangan peraturan daerah terkait literasi di Kabupaten Maros. semoga tahun ini sudah bisa di bahas dan disahkan” jelas penggagas gerakan #Maroskotaliterasi ini.

Baca Juga  DALAM KUNGKUNGAN KEBOHONGAN (KAUM RASIS) JOKOW(I)ER DAN AHOK(ER)

Narasumber selanjutnya, I Makkacici menekankan pentingnya membudayakan tradisi membaca baik itu buku fisik maupun buku dalam bentuk digital di smartphone kita. Kita harus memanfaatkan semua potensi pengembangan literasi.

Facebook Comments