Home Politik KPU Kepulauan Selayar Ajak Pemilih Pemula Sadar Pemilu

KPU Kepulauan Selayar Ajak Pemilih Pemula Sadar Pemilu

0

MataKita.co, Selayar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar menyelenggarakan sosialisasi Pendidikan Pemilih yang melibatkan pemilih pemula dari berbagai sekolah lanjutan atas dan kejuruan di Kota Benteng.

Kegiatan yang dikemas santai dan gembira itu dilaksanakan pada hari Sabtu (2/2) di Warkop Tanadoang, Benteng Selatan, Kepulauan Selayar.

Tampil sebagai pembicara yaitu anggota KPU Kepulauan Selayar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Andi Nastuti, Peneliti Institute for Social and Democracy (ISD), Masmulyadi dan dipandu oleh Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kepulauan Selayar, Saenal Abidin.

Pada kesempatan tersebut, Andi Nastuti lebih banyak bicara teknis dan mengajak peserta sosialisasi untuk memperhatikan perpindahan pemilih karena memiliki konsekuensi logis terhadap perolehan surat suara. Apalagi perpindahannya antar daerah pemilihan baik dalam kabupaten/kota atau keluar kabupaten/kota.

“Adik-adik perlu memperhatikan, khususnya yang asalnya dari kepulauan. Batas akhir pengurusan pindah memilih adalah 30 sebelum hari pemungutan suara. Jadi kami himbau kiranya segera mengurus pindah memilih (A5). Pengurusannya bisa di PPS asal atau di KPU Kabupaten, tentu dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh PKPU” terangnya kepada pers.

Sementara itu Peneliti ISD, Masmulyadi yang tampil lebih banyak menyampaikan kerangka logis dan teoritik tentang pemilu dan partisipasi pemilih.

Masmulyadi menyinggung alasan diselenggarakannya pemilihan umum. Menurutnya, Pemilu dilaksanakan untuk melakukan proses pergantian kepemimpinan politik baik di level eksekutif dan legislatif.

“Salah satu ciri Negara demokrasi yaitu diselenggarakannya Pemilu secara reguler untuk memilih pemimpin baik di level eksekutif atau legislatif. Pemilu satu-satunya mekanisme untuk mengganti kepemimpinan. Pesan saya kepada adik-adik peserta diskusi, agar kiranya menjaga integritasnya sebagai pemilih dengan tidak menukar daulat rakyat yang dimiliki dengan uang recehan” pungkas lulusan UGM ini.

Dalam penjelasannya, ia memberikan perbandingan bagaimana Pelajar di Inggris mengorganisir isu-isu yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar seperti bus sekolah, perpustakaan, dan gedung kesenian.

“Di Inggris, pelajar mengorganisir diri dalam United Kingdom Youth Parliament (UKYP), mengorganisir isu-isu seperti pemberian diskresi sewa bus bagi pelajar, dan isu-isu lainnya. Adik-adik bisa belajar dari cara anak-anak muda di Inggris mengorganisir isu dan mengadvokasinya” urai mantan Anggota KPU Kepulauan Selayar ini.

Facebook Comments