Home Berita Kapolres Enrekang Kecam Keras Aksi Kekerasan Warga Muslim di Selandia Baru

Kapolres Enrekang Kecam Keras Aksi Kekerasan Warga Muslim di Selandia Baru

57
0
SHARE

 

MataKita.co, Enrekang  – Aksi brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tak dikenal dengan cara menembaki jamaah muslim yang akan melakukan Ibadah Sholat Jum’at. Aksi Brutal tersbut dilakukan disalah satu Masjid yakni Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru. Hingga berita ini diturunkan dalam aksi tersebut menelan korban sebanyak 40 Orang dan Korban Luka sebanyak  20 Orang. Empat orang ditangkap dalam kejadian ini, termasuk terduga pelaku serangan teror. Hingga saat ini, belum diketahui motif dari penembakan tersebut.

Aksi tersebut mendapatkan kecaman dan protes keras dari Warga Muslim di Seluruh dunia khususnya di Indonesia, Kecaman tersebut datang dari berbagai kalangan mulai dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Organisasi Kepemudaan (OKP) Tokoh Agama, serta masyarakat mengecam keras tindakan yang tak terpuji tersebut. Sabtu (16/03/2019)

Kapolres AKBP. Ibrahim Aji saat ditemui mengatakan dirinya mengutuk dan mengecam keras aksi teror di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru. Karena menurutnya aksi tersebut telah merampas Kebebasan beribadah dinilai telah diganggu dengan aksi brutal.

“Kami mengecam dan mengutuk keras aksi keji dan biadab yang menewaskan puluhan jamaah saat salat Jumat di Masjid Al Noor. Kemerdekaan manusia untuk beribadah kepada Tuhannya telah diganggu dengan tindakan brutal yang melampaui batas kemanusian.” Katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa tindakan tersebut telah melanggar poin utama hak asasi manusia (HAM), yaitu kebebasan untuk beribadah. Tindakan itu dianggap telah merampas hak hidup secara paksa.

Semoga semua korban tragedi Masjid Al Noor diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan pelaku harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya,” ujarnya.

Aksi kekerasan yang terjadi di Selandia Baru dikhawatirkan memunculkan kepentingan tertentu untuk memicu terganggunya perdamaian dunia. Terlebih aksi menyinggung agama.

“Kekuatan dengan kepentingan jahat itu tidak akan pernah berhenti melakukan aksi sampai agenda mereka terwujud, agenda mendominasi dunia dengan cara dan ketentuan yang benar menurut kelompoknya saja,” ucap orang nomor satu di jajaran Polres Enrekang itu

Dia meminta masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Enrekang untuk senantiasa mewaspadai setiap aksi yang berpotensi menciptakan kegaduhan, terlebih jelang moment Pemilu 2019. Dia menegaskan bahawa hanya kerukunan yang bisa menciptakan iklim perdamaian sesama warga.

“Kita di Indonesia selalu diberikan kejernihan berpikir dan menjunjung komitmen menjaga negeri tercinta agar selalu aman dan damai di tengah keberagaman warga bangsa.” Tukasnya.

(Bang El)

Facebook Comments