Home Mimbar Ide UAS Menghilangkan Keraguan Umat Islam

UAS Menghilangkan Keraguan Umat Islam

61
0

Oleh : Dr. Ahmad Yani*

Di depan televisi saya menyaksikan seorang ulama kharismatik, yang penuh dengan kejujuran, apabila berbicara, maka yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil, memanjatkan doa yang luar bisa untuk pak Prabowo.

Sebuah dialog seorang ulama besar dengan tokoh bangsa. Keduanya sangat kharismatik dan menjadi tumpukan harapan umat dan bangsa.

Kini keraguan umat telah terjawab, kini umat Islam telah mendapatkan tuntunan, kini pertanyaan umat terjawab. Bahwa ulama telah menuntun mereka, inilah politik Islam yang sesungguhnya.

Sepertinya ketika melihat persatuan ulama ini, mengingatkan akan sejarah awal kemerdekaan Indonesia. Para ulama bersatu untuk mengusir kekuatan kolonialisme masa itu.

Doa-doa dilantunkan, takbir menggema menghiasi kehidupan umat Islam. Kondisi itu meskipun tidak identik, terasa sekali mendekati pemilu 2019.

Dimana para ulama mulai memberikan energi spritual bagi umat. Bahkan di zaman-zaman pasca kemerdekaan ulama-ulama besar seperti Buya Hamka, ikut turut dalam panggung politik.

Ulama tidak boleh bersikap abu-abu, apalagi membingungkan umat. Politik itu penting bagi Agama dan negara, dan ulama tidak boleh alpa untuk memberikan fatwa dan pandangannya kepada umat Islam.

Negara ini negara muslim terbesar dunia, yang merupakan harapan bagi banyak negara-negara muslim. Jadi sudah menjadi tugas ulama untuk mengarahkan umat dalam hal politik ini.

Islam akan bangkit. Sebuah fenomena baru dalam politik Islam Indonesia, yang setelah hampir 50 tahun alpa dan saling curiga diantara sesama umat Islam.

Inilah momentum kebangkitan Umat Islam Indonesia. Setelah sekian lama terjebak pada Islampobia. Para ulama berseru dan umat mendengar dan patuh terhadap seruan itu.

Kini kita telah memilih jalan persatuan, kini ulama sudah tidak lagi alpa untuk memberikan fatwa, dan umat tidak lagi bimbang untuk menentukan pilihan.

Pesan-pesan yang disampaikan UAS kepada Prabowo adalah pesan-pesan yang menyentuh kedalam batin manusia. Menyentuh bagi semua orang, bahkan mungkin jokowi kalau mendengar dan menonton itu akan menangis.

UAS telah membuktikan bahwa Ulama itu harus berdiri diantara umat dan Pemimpin. Ulama akan menjadi penengah untuk memajukan bangsa dengan fatwa-fatwanya.

Ketika UAS mengatakan, “Bapak Jangan Undang saya ke Istana, dan jangan beri saya jabatan”. Runtuhlah segala mitos tentang politik balas budi, hanguslah fitnah murahan yang ingin memojokkan ulama.

UAS betul-betul telah memperlihatkan kharisma ulama itu. Dan begitulah cara ulama menasehati pemimpin. Bukan datang mengetuk pintu penguasa.

Saudara, kaum muslimin Indonesia, kini telah bertemu dua hal yang dipertentangkan, agama dan negara, politik dan Islam. Setelah menyaksikan UAS dan Prabowo kita melihat bahwa Agama dan negara menyatu, Islam dan Politik berjalan bersama.

Ketika aku menyaksikan tayangan itu tak kuat menahan air mata mendengar diaolag Pak Prabowo UAS, ditambah dgn doa UAS, Ya Allah Kabulkan doa doa kami puluhan juta umat, Untuk Pak Prabowo, Inshaa Allah ditaqdirkan utk memimpin NKRI n mengakhiri semua persoalan negeri ini.

Wallahualam bis shawab.

Tweet @Ayaniulva
11-12 April 2019

*) Penulis adalah Caleg DPR RI PBB Dapil DKI 1 Jakarta Timur

Facebook Comments