Home Berita ‘APR’ Kembali Gaungkan Suara Lantangnya di Depan Kantor Bupati Boalemo

‘APR’ Kembali Gaungkan Suara Lantangnya di Depan Kantor Bupati Boalemo

0

Matakita.co (Gorontalo) – Demonstran dari Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) kembali menggaungkan suara lantangnya di depan kantor Bupati Boalemo Rabu (29/5/2019)

Ramli syawal salah satu orator mengatakan pada matakita.co, Hal ini merupakan Lanjutan dari Aksi sebelumnya terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan Bupati kepada salah satu warganya Sofyan Mooduto, minggu kemarin.

“Kali ini aksi APR menyoal Arogansi Bupati Boalemo terkait pelemparan uang kepada Sofyan Mooduto, yang menurut pandangan hemat kami, Hal seperti itu merupakan tindakan Amoral dan tidak menggambarkan tindakan seorang pemimpin sebagai perwakilan rakyatnya.” tegas ramli.

Menariknya, APR menginginkan dapat bertemu Langsung dengan Bupati Darwis Moridu untuk menjelaskan Perihal kejadian tersebut di depan pihaknya dan Masyarakat Boalemo.

Ramli Syawal menjelaskan bahwa saat ini Bupati Darwis telah merebut Hak Asasi Warganya. Bukan Hanya itu saja, dari kejadian perdamaian kemarin terindikasi bahwa Bupati telah melakukan penculikan terhadap Korban yang disampaikan Langsung oleh pihak keluarga. Dan sampai saat ini Bupati Darwis Moridu enggan bertemu langsung dengan APR.

” ini jelas jelas merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia, dimana sseorang Bupati tidak seharusnya melakukan Pelemparan uang terhadap warganya yang meminta upah kerja hasil keringatnya.” Tegas Ramli

Ditambahkannya, APR dalam hal ini sudah bertemu dengan pihak keluarga korban dan mendapatkan informasi bahwa sebelum konfrensi Pers Perdamaian kemarin, Sofyan Mooduto telah dijemput oleh Pihak Bupati. “Sejak aksi sebelimnya juga, bupatu tidak berani bertemu dengan kami ada apa?”

Jefri Rumampuk selaku Jubir mengatakan, Bupati tidak seperti apa yang disebutkan, pada kronologi sebenarnya untuk kalimat pelemparan uang kepada saudara sofyan mooduto itu tidak seharusnya dikategorikan sebagai perbuatan yang amoral. Karena hubungan antara keduanya tentu harus dipahami secara positif.

Kemudian untuk pertemuan antara bupati dan teman-teman aktivis, itu tentu harus disinkronkan dengan tentatif pak bupati sebab, mendekati lebaran ini sangatlah banyak jadwalnya. Hal ini berkaitan dengan tugas beliau sebagai bupati,

“saya pikir semuanya sudah dijabarkan dibeberapa media dan bahkan saat konfrensi pers beberapa waktu lalu, jadi terkait jawaban dari tuntutan teman – teman secara hemat berfikir saya saat itu semua sudah dibuka secara terang benderang”.

Lalu soal perdamaian yang katanya terindikasi terjadi penculikan, itu saya sudah bantah di media. Dasarnya hanya karena adanya pemberitaan sepihak dari salah satu media yang juga sudah saya klarifikasi.

“Terkait prosesi sebelum perdamaian yang katanya dijemput itu, saya kira sudah dijelaskan pada beberapa media bahwa pelapor datang itu dengan bosnya dan kami juga mau tanyakan kira-kira pihak keluarga yang mana yang menjemput saudara sofyan” tutupnya.

Facebook Comments