Home Berita Gagal Capai Tujuan Milenium, Indonesia Tercatat Tertinggi di Asia Angka Kematian Ibu...

Gagal Capai Tujuan Milenium, Indonesia Tercatat Tertinggi di Asia Angka Kematian Ibu Hamil

0

Matakita.co (Gorontalo) – 4 komitmen global yang mewarnai kebijakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Sekretaris Utama BKKBN RI Nofrijal, SP. MA. melalui rapat riview yang di gelar oleh BKKBN Provinsi Gorontalo yang di laksanakan di Graha Mufida Kota Gorontalo. Kamis (15/08/2019).

Dalam kegiatan tersebut yang buka langsung oleh Sekretaris Utama BKKBN RI, dirinya menuturkan bahwa ke empat komitmen di sebut dengan “zero accident” yang dapat mengacam kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“1. Zero kematian ibu hamil dan bersalin, 2. Zero keinginan berKB tetapi tidak di penuhi, 3. Zero kekerasan terhadap perempuan, 4. Zero terhadap perkawinan usia anak di bawah umur.” Ungkap Nofrijal kepada peserta rapat.

Angka kematian ibu hamil dan bersalin sebesar 359/100.000 persalinan telah menempatkan Negara Indonesia gagal mencapai tujuan milenium. Menurut Nofrijal dengan memiliki angka kematian ibu hamil bersalin tertinggi di asia.

“jangankan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, kita jauh tertinggal dengan Sri Langka yang angka kematian ibu hamil dan bersalinnya di bawah 20/100.000 kelahiran hidup.” Jelasnya.

Angka tersebut sangat berkorelasi dengan tingginya perkawinan usia muda, perencanaan kehamilan yang tidak tepat merupakan faktor utama. Bkkbn juga telah memberikan edukasi untuk menghindari 4 telalu. (terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat, terlalu banyak) dalam kehamilan dan persalinan.

Sekretaris Utama BKKBN RI mengungkapkan, untuk menghilangkan angka Unmet-need (keinginan ber-KB yang tidak terlayani), hal itu merupakan tugas pokok pemerintah dalam menangani program keluarga berencana. “Ini termasuk dalam pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi yang merupakan bagian dari hak-hak pemenuhan manusia.” Ujar Nofrijal.

Tak hanya itu dirinya juga menjelaskan angka kekerasan kepada perempuan merupakan bagian integral, dari penyelamatan ibu sekaligus penyelamatan generasi yang hidup setelah sekarang. Menyakiti perempuan baik secara fisik maupun psikis adalah perbuatan yang mengandung dosa. “dia menjadi musuh utama dalam perwujudan SDM yang cerdas.” Lanjutnya.

Di akhir sambutannya dirinya mengatakan bahwa untuk menguasai dinamika dan mengembalikan sendi-sendi program KKBPK menjadi milik masyarakat, maka pendekatan milenial, teknologi digital dan kemitraan kerja, menjadi keniscayaan yang tidak bisa di tawar-tawar.

Facebook Comments