Home Berita Bersama KOHATI, Gemini Gelar Bedah Buku Resolusi Konflik Kegiatan Industri Hulu Migas...

Bersama KOHATI, Gemini Gelar Bedah Buku Resolusi Konflik Kegiatan Industri Hulu Migas vs Masyarakat Sekitar di Makassar

0
Sambutan founder Gemini, Nurjannah pada kegiatan bedah buku Resolusi Konflik Kegiatan Industri Hulu Migas Vs Masyarakat Sekitar" di warkop Bliss Cofe House, Jl. Sulta Alauddin, Makassar (18/8/2019)

MataKita.co, Makassar – Gerakan Milenial Independen Indonesia (Gemini) bekerja sama dengan Korps HMI Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mengadakan bedah buku “Resolusi Konflik Kegiatan Industri Hulu Migas Vs Masyarakat Sekitar” di warkop Bliss Cofe House, Jl. Sulta Alauddin, Makassar (18/8/2019)

Bedah buku tersebut dihadiri langsung oleh Didik S Setyadi (Kepala Devisi Formalitas SKK Migas) selaku penulis. Adapun sebagai pembedah yakni Lusia Palulungan yang mewakili aktivis perempuan, dan Zulkarnain Hamson dari Akademisi.

Rozan Albaeduri, Kabid Hubungan Antar Lembaga Kohati HMI Sulselbar dalam sambutannya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan merasa bahwa bedah buku tersebut sangat strategis sebagai Mahasiswa untuk membahas dan mendiskusikan resolusi konflik Vs masyarakat.

Sementara itu, Nurjannah selaku founder Gemini dalam sambutanya mengatakan bahwa anak muda harus terus melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif sehingga kelak bisa mengambil peranan strategis di Bangsa ini.

“Harapan kami pada kegiatan ini, hasil dari diskusi nantinya, baik pengetahuan dan pengalaman teman-teman peserta bisa influenser kepada Teman2 yang tidak hadir dalam forum ini, kita harus menjadikan sebagai setiap tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru, Tegas Jhane yang juga merupakan Pengurus KOHATI PB HMI

Ia pun menuturkan semoga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut para peserta bisa memetik nilai-nilai yang ada dalam bedah buku tersebut.

Adapun penulis buku, Didik S Setiyadi dalam pemaparanya Mengingatkan besarnya biaya eksplorasi minyak sehingga negara harus bekerjasama dengan pihak lain. Perlu juga diketahui bahwa perusahaan yang melakukan eksplorasi migas sesungguhnya hanya sebagai kontraktor bukan owner.

“Kami sangatlah terbuka dengan segala kritikan, dan kami siap diskusi dan fasilitasi serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk berdiskusi kaitannya dengan MIGAS itu sendiri” Jelas Kepala Divisi Formalitas SKK Migas ini.

Sementara itu, Lusia Palulungan dalam pemaparannya mengapresiasi lahirnya buku ini. Saya seperti mendapatkan bintang yang jatuh, begitu banyak hal yang bisa diketahui bersama setelah membaca. Buku ini sangat menarik karena mengutamakan penyelesaian konflik dengan pendekatan negosiasi dan diskusi, seharusnya buku ini bisa dijadikan dasar pijakan oleh pemerintah dalam membuat kebijakan migas.

Zulkarnain Hamzon dalam pemaparannta pun turut mengapresiasi lahirnya buku ini. Buku ini bisa menjadi referensi dari berbagai kalangan. Adapun terkait dalam pengelolaan migas, Idealnya kegiatan industri harus saling membangun dan membantu satu sama lain.

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa lintas kampus dan organisasi yang ada di kota Makassar.

Facebook Comments