Home Berdikari STKIP Muhammadiyah Enrekang Gelar Rapat Kerja, ini Tujuannya

STKIP Muhammadiyah Enrekang Gelar Rapat Kerja, ini Tujuannya

0

MataKita.co, Enrekang — STKIP Muhammadiyah Enrekang menggelar Rapat Kerja untuk tahun akademik 2019/2020 di Aula Kampus II, Sabtu, 24 Agustus 2019. Rapat Kerja ini menjadi bertujuan untuk merancang program kerja untuk periode satu tahun ke depan.

Rapat Kerja berlangsung selama 2 hari, sejak tanggal 24 s/d 25 Agustus 2019 dengan mengusung tema “Revitalisasi Penguatan Kelembagaan Di Era Millenial”. Rapat kerja ini diikuti oleh Pimpinan, Staf, dan puluhan Dosen lingkup STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Enrekang, Kamaruddin Sita yang mengawali sambutan memberikan tausyiah dengen menyetir pentingnya menghargai waktu dalam setiap momentum kegiatan.

“Penting kiranya bagi kita untuk mentadabburi Q.S Al Asr, pesan Allah ini mengingatkan kepada kita akan pentingnya berkomitmen dengan waktu” ungkapnya.

Menurutnya Kamaruddin, dulu di masa kepemimpinan AR. Fachruddin sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam setiap kegiatan beliau selalu mengawali dan mengakhirinya dengan membaca surah Al Asr.

Semoga dalam kegiatan Rapat Kerja ini kita mampu merumuskan program-program kerja yang strategis. Tidak lupa, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Parepare mengingatkan bahwa sebuah Amal Usaha Muhammadiyah tidak maju karena tidak diurus, salah urus, tidak adanya kerjasama tetapi sama-sama bekerja.

Sementara itu, Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Enrekang, Syawal Sitonda dalam arahannya, mengapresiasi usaha para pimpinan dan dosen yang menggelar Rapat Kerja.

“Kita bersyukur atas terlaksananya Rapat Kerja hari ini, dan untuk kesempatan ini ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan dalam rangka penyusunan program kerja satu tahun ke depan.” Katanya.

Yang pertama, lanjut Syawal, rapat kerja ini memang sangat dibutuhkan dalam rangka mendengarkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari para pimpinan selama satu tahun berjalan (tahun akademik 2018/2019, red).

Laporan Pertanggung Jawaban ini memang perlu untuk dipaparkan oleh para pimpinan karena menjadi instrumen untuk membangun rasa trust (kepercayaan), lanjutnya.

Syawal menambahkan, poin kedua yang perlu diperhatikan adalah adanya sinergitas antar semua civitas akademika. Berikutnya, dalam proses penyusunan RAPBS, sangat dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Bahwa tidak benar jika dalam penyusunan RAPBS ini hanya menyerahkan ke pihak-pihak tertentu saja misalnya bagian keuangan saja.

“Tidak kalah penting, dalam penyusunan program kerja satu tahun ke depan agar menjunjung tinggi prinsip rasionalitas, efektivitas dan efisiensi. Paling terakhir, agar dalam menyusun RAPBS senantiasa mengedepankan skala prioritas.” Tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Yunus Busa selaku Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang memberikan materi pengantar terkait tema yang diusung dalam Raker 2019 “Revitalisasi Penguatan Kelembagaan Di Era Millenial”.

Sesuai dengan petunjuk Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak boleh lagi hanya unggul pada aspek kuantitas tetapi lebih dari itu harus  fokus para peningkatan kualitas. Utamanya peningkatan nilai Akreditasi Prodi dan Institusi, kata Yunus.

“Semoga momentum Rapat Kerja ini, unit-unit kerja STKIP Muhammadiyah Enrekang akan fokus pada peningkatan mutu dalam merancang program kerjanya.”tambahnya.

(Bang El)

Facebook Comments