Home Berdikari Pimpinan Baznas dan Staf Ikuti Peluncuran Microfinance Finance Indonesia

Pimpinan Baznas dan Staf Ikuti Peluncuran Microfinance Finance Indonesia

0

MataKita.co, Enrekang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang ikut serta dalam  meluncurkan program terbaru dari Baznas pusat. Program yang diberi nama Baznas Microfinance Finance Indonesia (BMFI) ini merupakan sebuah lembaga keuangan mikro nonprofit untuk para pengusaha mikro dari kalangan kurang mampu. Tujuan dari program ini untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus memerangi rentenir yang banyak menjerat pengusaha kecil.

Anggota Baznas RI, Nana Mintarti, menjelaskan program microfinance ini selaras dengan gerakan dan tujuan Baznas, sebagaimana pilar zakat, salah satunya adalah mengentaskan kemiskinan. Kata dia, pengentasan kemiskinan pada program ini diwujudkan melalui pemberian bantuan berupa modal bagi pelaku usaha kecil menengah.

“Yang paling utama adalah sebagai penggerak. Itu karena untuk membantu pengentasan kemiskinan, harus ada yang dicapai. Makanya melalui program ini, kami berharap itu bisa tercapai,” kata dia, Jumat (6/9/2019).

Meski merupakan baru diterapkan di Sulawesi Selatan ataupun Provinsi Sulsel, Nana berharap program Baznas Microfinance dapat berjalan maksimal. Jangan sampai, kata dia, ada kejadian memalukan, seperti penyelewengan dana zakat.

“Karena yang kita kelola ini adalah uang zakat dan milik umat. Saya berharap di Sulsel, pengelolaan zakat bisa lebih transparan,” ujarnya.

Secara gamblang, Nana Mintarti menuturkan Baznas Microfinance akan membuka akses pembiayaan kepada para pelaku usaha mikro, memberikan pelayanan pengembangan usaha serta dukungan peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan, workshop dan kegiatan lain yang sejenis.

Dia berpendapat lembaga ini sangat diperlukan untuk memerangi rentenir yang telah menjerat para pengusaha mikro. Diketahui kebutuhan modal mendesak dan kurangnya akses para pengusaha mikro membuat mereka kerap masuk jebakan rentenir.

“Salah satu tujuan kami juga adalah memutus mata rantai rentenir di kalangan pengusaha kecil. Supaya mereka bisa lebih mandiri ke depannya, dan tidak ketergantungan pada rentenir,” ucapnya.

Pimpinan  Baznas Kabupaten  Enrekang, Baharuddin  mengharapkan program microfinance ini kelak menjadi perpanjangan tangan pengurus Baznas dalam mengcover pemenuhan kebutuhan modal usaha mikro.

“Microfinance ini merupakan program pemberdayaan dan tumbuh kembangnya usaha masyarakat kecil. Tentu kami berharap setelah mendapatkan bantuan, paling tidak mereka bisa mandiri dan tidak lagi meminta-minta. Semoga dengan adanya program ini mampu mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Enrekang jelasnya.

(Bang El)

Facebook Comments